JawaPos.com - Warga Parung Panjang dan sekitarnya mengeluhkan truk bermuatan beroperasi pada jam sekolah. Hal itu dinilai melanggar aturan dan membahayakan para siswa yang akan berangkat ke sekolah dan juga pekerja yang hendak pergi ke tempat kerja.
Dalam video terlihat di akun Instagram id_parungpanjang, tampak truk diduga bermuatan penuh ditutup dengan terpal berjalan pelan. Sementara di belakangnya banyak pengendara motor tidak dapat melaju dengan baik karena ada truk di depannya.
Salah satu warga pemilik akun sajakbagus2019 menyangsikan komitmen Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk menegakkan aturan sebagaimana sempat dijanjikannya saat melakukan orasi di hadapan para pendemo tambang di Cibinong, beberapa hari lalu.
"Belum ada seminggu pasca demo, jam berangkat sekolah, jam berangkat kerja, jam sibuk berangkat pulang pasar. Yang kemarin bilang 'mau taat aturan' mana suaranya? Yang kemarin bilang 'mau diatur' mana suaranya?," tulis akun tersebut.
Baca Juga: Cerita Ahmad Dhani Akun Instagram Pribadinya Menghilang, Akui Ada Keterlibatan Sosok Berpengaruh
"Berapa kali kalian demo? Berapa kali kalian mengulanagi kata-kata yang sama 'mau taat aturan?' Berapa lama ucapan itu bisa kalian pegang? Bulshit. Dan terus terang saya sangat terkejut atas pernyataan anda rudysusmanto kemarin. Cukup tahu aja," tulisnya.
Warga senang, bersyukur, sekaligus memberikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM yang tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas di atas kepentingan pribadi dan golongan.
"Semoga kang dedimulyadi71 masih dan akan terus berpihak kepada kami yang selama puluhan tahun diinjak-injak," ungkapnya.
Jalan satu-satunya untuk membuat aktivitas pertambangan dapat berjalan dengan baik tanpa menganggu masyarakat adalah dengan mempercepat pembangunan jalan khusus tambang.
Warga meminta Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk mempercepat pembangunan jalan khusus tambang agar perusahaan-perusahaan tambang yang taat aturan dapat koperasi kembali.
"Percepat jalan khusus tambang harga mati," ungkap warga.
Pada kolom komentar, netizen ikut kesal truk melintas pada pagi hari. Hal itu berpotensi mengakibatkan kecelakaan bagi siswa atau pengendara lain.
Baca Juga: Piche Kota, Tersangka Pemerkosaan Siswi SMA Dibebaskan, Ini Penyebabnya
"Batu memang ... Sudah dibilangin bikin jalannya dulu baru boleh ops ... Itu PT kan pengahasilannya total puluhan tahun, mungkin sudah triliunan kalau digabung. Ya kali nggak bisa berhenti sejenak nunggu sampai jalan yang katanya sudah mau selesai pembebasan tanahnya di 2026 dan akan selesai jalannya di 2027," komentar salah satu warganet.
"Gimana ini @rudysusmanto @jaro_ade. Bisa lihat kan kelakuan mereka? Tutup saja kang @dedimulyadi71 @kdm.4ri tambang2 ini, kalau kayak gini tinggal nunggu korban lagi berjatuhan," timpal yang lainnya.