JawaPos.com - PT KAI Commuter bergerak cepat melakukan langkah preventif guna memastikan perjalanan KRL Jabodetabek tetap aman di tengah cuaca ekstrem. Belajar dari gangguan serius akibat sambaran petir dan genangan air di lintas Green Line baru-baru ini, mitigasi bencana kini menjadi prioritas utama.
Langkah ini diambil untuk meminimalisir risiko operasional yang dapat merugikan ratusan ribu pengguna setiap harinya. KAI Commuter memastikan pengawasan di titik-titik rawan kini semakin diperketat.
Manager Public Relations KAI Commuter,l Leza Arlan menuturkan, pihaknya tidak bekerja sendiri. Koordinasi lintas instansi dilakukan untuk memantau potensi gangguan alam yang bisa datang sewaktu-waktu.
"Kita sudah bekerja sama dengan BMKG dan dinas terkait untuk mitigasi bencana di Jabodetabek dan terdapat petugas yang disiagakan untuk tindakan preventif dan pengawasan daerah rawan bencana," ujar Leza Arlan kepada JawaPos.com, Rabu (6/5).
Penyiagaan petugas di lapangan bertujuan agar tindakan darurat bisa segera diambil begitu tanda-tanda gangguan teknis akibat cuaca muncul, baik itu sambaran petir pada Listrik Aliran Atas (LAA) maupun genangan air di atas rel.
Solusi Kepadatan Penumpang di Jam Sibuk
Selain faktor cuaca, tantangan besar lainnya adalah volume pengguna yang sangat tinggi, terutama di rute gemuk seperti Bogor Line yang mencapai lebih dari 38 juta pengguna pada awal tahun 2026.
Baca Juga: Niat Baik Berujung Maut, Seorang Pria Tewas Tertabrak KRL saat Berusaha Pisahkan Tawuran
Untuk mengatasi penumpukan di jam sibuk pagi dan sore hari, KAI Commuter saat ini mengoptimalkan frekuensi perjalanan yang ada. Pengguna diminta menyesuaikan perjalanan agar tidak mengalami penumpukan penumpang.
"Saat ini perjalanan commuter line sebanyak 1.065 perjalanan, pengguna dapat menyesuaikan jam perjalanan dengan melihat aplikasi C-Access untuk kepadatan stasiun," tambah Leza.
Update Penambahan 30 Rangkaian KRL
Terkait rencana besar penambahan 30 rangkaian kereta baru, pihak manajemen masih terus melakukan proses administratif dan teknis. Proyek ini diketahui mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui alokasi anggaran hingga Rp5 triliun.
Baca Juga: Gangguan KRL Greenline, Stasiun Tanah Abang Sesak Penumpang
Dukungan dana tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas angkut secara signifikan, sehingga kenyamanan penumpang di masa depan akan lebih terjamin. Terkait detail waktu operasionalnya, Leza meminta masyarakat untuk bersabar.
"Mohon ditunggu update selanjutnya," imbuh Leza singkat mengenai perkembangan pengadaan gerbong baru tersebut.