JawaPos.com - Kabar melegakan datang bagi para pengguna KRL jalur Green Line Tanah Abang–Rangkasbitung. Setelah sempat lumpuh total akibat banjir yang merendam rel dan memicu pemadaman listrik, perjalanan Commuter Line kini kembali dibuka.
Namun, ribuan penumpang masih harus bersabar karena kereta hanya diperbolehkan melintas dengan kecepatan sangat rendah demi alasan keselamatan.
Setelah sempat lumpuh total akibat banjir dan listrik padam, perjalanan Commuter Line kini resmi dinyatakan bisa kembali melintas meski dengan sejumlah catatan.
Setelah tertahan cukup lama sejak pukul 18.27 WIB akibat genangan air yang merendam rel di lintas Kebayoran - Pondok Ranji, jalur tersebut kini sudah mulai bisa dilalui.
Baca Juga: Update Gangguan KRL Greenline Rangkasbitung: KAI Masih Lakukan Penanganan, Listrik Dipadamkan
Petugas di lapangan melaporkan bahwa debit air telah menurun secara signifikan sehingga aman untuk dilewati rangkaian kereta.
Seiring dengan surutnya air, sistem kelistrikan yang sempat dipadamkan juga telah kembali normal. Aliran Listrik Atas (LAA) pada lintas Jurangmangu - Pondok Ranji kini sudah menyala, memungkinkan rangkaian KRL kembali beroperasi mengangkut penumpang yang sempat menumpuk di berbagai stasiun.
Meski jalur sudah dibuka kembali sejak pukul 20.06 WIB, perjalanan belum sepenuhnya normal seperti sedia kala.
Pihak KAI Commuter menerapkan prosedur keselamatan yang ketat dengan membatasi kecepatan rangkaian saat melintasi titik bekas genangan.
Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan menjelaskan, saat ini perjalanan Commuter Line Rangkasbitung sudah mulai dioperasikan kembali.
Commuter Line sudah melintas di lokasi yang sebelumnya tergenang. Namun, kecepatan tetap diatur sangat rendah guna memastikan stabilitas rel.
"Guna keselamatan perjalanan Commuter Line, di lokasi genangan air perjalanannya masih dilakukan pembatasan kecepatan 5 Km/jam," ujar Leza, Senin (4/5).
Upaya Penguraian Antrean Penumpang
Seperi diinformasikan sebelumnya setelah sempat lumpuh total akibat banjir yang merendam rel dan memicu pemadaman listrik, perjalanan Commuter Line kini kembali dibuka.
Saat ini, fokus utama petugas adalah melakukan normalisasi jalur dan mengurai antrean panjang kereta yang sempat tertahan.
Kepadatan penumpang di stasiun-stasiun besar diharapkan segera berkurang seiring dengan masuknya rangkaian kereta ke lokasi terdampak secara bergantian.
Petugas teknis masih tetap bersiaga di lokasi untuk memantau situasi cuaca dan ketinggian air secara real-time. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu debit air kembali naik mengingat cuaca yang masih fluktuatif.
KAI Commuter juga menyampaikan permohonan maaf kepada ribuan pelanggan yang terdampak keterlambatan jadwal perjalanan pada malam ini.
"Kami mohon maaf atas kendala operasional dan keterlambatan perjalanan Commuter Line Rangkasbitung pada malam hari ini," imbuh Leza.