JawaPos.com - Jakarta Pusat kembali menjadi titik pusat penyampaian aspirasi pada Senin (4/5). Sebanyak 3.225 personel gabungan dikerahkan untuk memastikan rangkaian aksi unjuk rasa di beberapa titik strategis berjalan aman dan kondusif.
Pengamanan ketat ini melibatkan personel dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, hingga jajaran Polsek setempat.
"Pelayanan aksi unjuk rasa wilayah Jakarta Pusat mengerahkan 3.225 personel gabungan," ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, Senin (4/5).
Tiga Titik Aksi: Kemendikti, Monas, hingga Gedung DPR
Berdasarkan informasi yang dihimpun, setidaknya ada tiga kelompok massa besar yang turun ke jalan hari ini dengan jadwal dan lokasi yang berbeda:
- BEM SI Kerakyatan & Koalisi Sipil: Massa dijadwalkan berkumpul di depan kantor Kemendikti Saintek pada pukul 11.00 WIB.
- DEMA UIN Syarif Hidayatullah: Menggelar aksi lebih awal, yakni pukul 10.00 WIB di area Silang Selatan Monas.
- BEM UNINDRA: Melakukan aksi long march menuju Gedung DPR/MPR RI mulai pukul 11.00 WIB.
Meski mengerahkan ribuan personel, pihak kepolisian memastikan untuk melakukan pengamanan secara persuasif. Erlyn menegaskan bahwa petugas di lapangan diinstruksikan untuk tetap menjaga etika dan membantu kelancaran penyampaian pendapat.
"Kami hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang akan menyampaikan aspirasinya," jelas Erlyn.
Selain itu, pihak kepolisian mengimbau para koordinator lapangan dan peserta aksi untuk menjaga ketertiban umum. Provokasi dan tindakan anarkis menjadi hal yang paling diantisipasi agar tidak mencoreng jalannya demokrasi.
Baca Juga: Massa Demo di Depan Gedung DPR, Bakar Ban hingga Singgung Ketua Buruh jadi Menteri
Sementara untuk rekayasa lalu lintas akan dilakukan sesuai dengan kondisi lapangan."Sampaikan pendapat dengan damai, tidak anarkis, tidak membakar ban bekas, tidak merusak fasilitas umum, serta tidak melawan petugas. Hormati masyarakat lain yang sedang beraktivitas," imbuhnya.