JawaPos.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memberikan santunan kepada keluarga korban kecelakaan maut antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi. Penyerahan santunan dilakukan langsung di Balai Kota Jakarta, Rabu (29/4).
Dua sosok yang menerima penghormatan tersebut adalah almarhumah Nur Laila, seorang guru ASN Pemprov DKI, dan almarhumah Nuryati, kader jumantik yang berdedikasi di Kelurahan Harapan Mulya.
Kehilangan dua sosok ini meninggalkan duka mendalam bagi jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Nur Laila dan Nuryati dikenal sebagai garda terdepan dalam melayani masyarakat, baik di bidang pendidikan maupun kesehatan lingkungan.
Baca Juga: Defisit APBN Hampir Capai 1 Persen Hingga Maret 2026 Tembus Rp 240,1 Triliun
Wagub Rano Karno menegaskan, kontribusi kedua almarhumah sangat berarti bagi kota Jakarta. Nur Laila telah lama mengabdikan diri sebagai pendidik, sementara Nuryati aktif memastikan lingkungan warga aman dari penyakit melalui perannya sebagai kader jumantik.
“Kami menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya almarhumah Nur Laila dan almarhumah Nuryati. Peristiwa ini meninggalkan duka, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi kita semua,” ujarnya.
Rincian Santunan dan Jaminan Kematian
Sebagai bentuk tanggung jawab, Pemprov DKI Jakarta menggandeng berbagai instansi untuk mencairkan santunan jaminan kecelakaan kerja dan asuransi kematian. Total dana yang diserahkan mencapai ratusan juta rupiah untuk membantu meringankan beban finansial keluarga yang ditinggalkan.
Keluarga almarhumah Nur Laila menerima santunan dari PT Taspen sebesar kurang lebih Rp283 juta. Sementara itu, keluarga almarhumah Nuryati menerima total Rp62 juta, yang berasal dari BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp42 juta dan bantuan Baznas (Bazis) DKI Jakarta senilai Rp20 juta.
"Bantuan ini tidak dapat menggantikan kehilangan. Namun, kami berharap dapat meringankan beban keluarga dan menjadi bukti kehadiran pemerintah di tengah masa duka," ungkap Wagub Rano.
Tak berhenti pada santunan tunai, Wagub Rano juga memberikan sinyal kuat mengenai keberlanjutan masa depan anak-anak korban yang masih bersekolah. Pemprov DKI tengah mengkaji pemberian beasiswa atau bantuan pendidikan melalui Dinas Pendidikan.
Hal ini dirasa perlu karena almarhumah merupakan bagian dari keluarga besar Pemprov DKI yang gugur dalam masa pengabdian. Langkah ini diharapkan mampu memberikan jaminan pendidikan bagi generasi penerus almarhumah agar tetap bisa meraih cita-cita meski di tengah suasana duka.
"Insyaallah Dinas Pendidikan memiliki program untuk itu. Kami akan pertimbangkan karena beliau bagian dari keluarga besar Pemprov DKI," ucap Wagub Rano.
Respons Cepat dan Evaluasi Keselamatan
Wagub Rano juga menjelaskan bahwa sejak malam terjadinya kecelakaan kereta di Bekasi, seluruh jajaran terkait seperti BPBD, PMI, hingga Dinas Gulkarmat langsung dikerahkan ke lokasi.
Selain memberikan apresiasi kepada BKN, PT Taspen, dan BPJS atas kolaborasi cepat mereka, Rano mengingatkan pentingnya evaluasi keselamatan transportasi. Ia berharap tragedi memilukan ini menjadi momentum untuk memperketat standar keamanan perjalanan kereta api di masa depan.
"Saat mendapat informasi, kami langsung memerintahkan jajaran turun ke lokasi. Hingga kini, Transjakarta masih menyediakan shuttle bus di Bekasi untuk membantu mobilitas warga terdampak," ungkapnya.