← Beranda
Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi: Pengakuan Masinis Soal Sinyal Merah Mendadak
Ryandi Zahdomo• Rabu, 29 April 2026 | 05.48 WIB
Nofiandi, masinis KA Argo Bromo Anggrek. (YouTube Trainspotter ID)

JawaPos.com - Insiden kecelakaan kereta yang melibatkan KRL Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam masih menyisakan tanda tanya besar. Di balik kepanikan yang terjadi, muncul dugaan adanya gangguan teknis pada sistem persinyalan.

Detik-detik mencekam tersebut sempat terekam dalam live streaming kanal YouTube "Trainspotter ID" yang kebetulan sedang berada di dalam KA Argo Bromo Anggrek saat tabrakan terjadi. 

Dalam siaran langsung tersebut, terekam percakapan antara pihak pewawancara dengan Nofiandi, masinis KA Argo Bromo Anggrek.

Keanehan Sinyal Sebelum Tabrakan

Nofiandi mengungkapkan bahwa ia merasakan ada ketidakberesan pada sistem persinyalan sesaat sebelum insiden terjadi. Ia menepis adanya miskomunikasi antarpetugas dan lebih menyoroti potensi error pada sistem.

Baca Juga: KRL Hanya Sampai Bekasi Besok Pagi, KAI Targetkan Normal Sore Hari

"Enggak enggak miskomunikasi. Kayaknya ini ada sinyalnya ada yang error," jelas Nofiandi saat berbincang dalam live streaming tersebut.

Ia juga menjelaskan mengenai keanehan perubahan warna sinyal yang seharusnya tidak terjadi. Menurutnya, Pusat Kendali (PK) Kereta Api sempat memberitahukan adanya KRL yang berhenti lantaran menabrak taksi Green SM. Namun, sebelum informasi diterima dengan utuh, sinyal kereta berubah menjadi merah.

"Dibilang (perubahan) mendadak sih enggak, cuman harusnya itu kan enggak bisa merah, soalnya dari Bekasi-nya hijau. Koneksi harusnya. Kalau hijau, sini maksimal kuning, nggak bisa merah," tambahnya.

Nofiandi pun mengonfirmasi bahwa saat insiden, kecepatan kereta cukup tinggi, menyentuh angka 110 km/jam sebelum akhirnya terjadi benturan.

Baca Juga: Update Evakuasi di Stasiun Bekasi Timur: Gerbong KRL Dipotong Beberapa Bagian, Berbekal Mesin Las dan Linggis

"Kecepatannya lumayan. 110an (km/jam)," jelasnya.

Korban Jiwa Mencapai 15 Orang

Pemerintah bergerak cepat menangani dampak dari tabrakan maut ini. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan pembaruan data korban dalam kunjungannya ke Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4).

"Update sampai dengan jam 1 siang tadi ada 15 orang yang meninggal dunia dan 88 orang yang masih dirawat. Termasuk ada tiga yang tadinya terjepit bisa kita evakuasi dan masih dalam perawatan di rumah sakit," ujar AHY.

Saat ini, tim PT KAI tengah berupaya melakukan evakuasi gerbong, termasuk gerbong khusus wanita yang masih berada di atas rel. Proses ini menjadi syarat mutlak sebelum jalur kereta bisa kembali dinormalisasi.

Baca Juga: Polisi Ungkap Penyebab Taksi Hijau Berhenti di Tengah Rel hingga Bikin Tabrakan KA Argo Bromo-KRL, DIduga Alami Korsleting

Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang telah meninjau lokasi, pemerintah berkomitmen melakukan perbaikan sistem.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) kini telah diberikan otoritas penuh untuk menginvestigasi penyebab insiden secara transparan.

Pemerintah juga berencana mempercepat langkah mitigasi infrastruktur, termasuk pembangunan flyover di perlintasan sebidang yang rawan kecelakaan.

Hal ini dilakukan demi memastikan keselamatan penumpang sebagai prioritas utama di masa depan.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra