← Beranda
Update Evakuasi di Stasiun Bekasi Timur: Gerbong KRL Dipotong Beberapa Bagian, Berbekal Mesin Las dan Linggis
Ryandi ZahdomoRabu, 29 April 2026 | 02.24 WIB
Berbekal mesin las dan linggis, petugas melakukan pemotongan gerbong kereta ke beberapa bagian guna memudahkan proses evakuasi kereta. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Memasuki Selasa (28/4) malam, proses evakuasi pasca-insiden yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur masih terus berlangsung. Tim teknis di lapangan masih terus mengupayakan mengevakuasi badan kereta yang terdampak.

Pantauan JawaPos.com di lokasi menunjukkan bahwa upaya evakuasi masih dilakukan di gerbong nomor 10 yang mengalami kerusakan cukup berat akibat insiden pada Senin (27/4) malam tersebut.

Petugas di lapangan memutuskan untuk melakukan pemotongan badan gerbong menjadi beberapa bagian. Berbekal mesin las dan linggis, petugas terlihat mencoba membelah gerbong tersebut.

Baca Juga: Ingin Wujudkan Smart City yang Humanis, Pemkot Tangsel Terus Akselerasi Ekosistem Digital

Langkah ini diambil untuk memudahkan proses pengangkutan material gerbong keluar dari area rel, mengingat keterbatasan akses dan ruang di sekitar peron stasiun. Gerbong yang terbelah nantinya akan dibawa ke Depo Kereta.

Hingga laporan ini diturunkan, area peron dan jalur rel di sekitar titik insiden masih berada dalam pengawasan ketat petugas. Layanan KRL pun hanya akan berhenti sampai stasiun Bekasi.

Pengguna jasa transportasi kereta api diimbau untuk tetap memantau informasi resmi terkait jadwal keberangkatan dan potensi rekayasa lalu lintas kereta di lintas Bekasi yang mungkin terdampak akibat proses pembersihan jalur.

15 Orang Meninggal Dunia

Jumlah korban jiwa akibat tabrakan kereta stasiun Bekasi Timur yang terjadi semalam kini bertambah menjadi 15 orang.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) turun langsung ke lokasi kejadian didampingi Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, dan jajaran otoritas terkait.

AHY mengungkapkan, berdasarkan data terbaru per pukul 13.00 WIB, terdapat penambahan jumlah korban dari sebelumnya 14 orang menjadi 15 korban yang dinyatakan meninggal dunia. Sementara sebanyak 88 orang lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

"Update sampai dengan jam 1 siang tadi ada 15 orang yang meninggal dunia dan 88 orang yang masih dirawat. Termasuk ada tiga yang tadinya terjepit bisa kita evakuasi dan masih dalam perawatan di rumah sakit," ujarnya di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4).

Fokus pada Normalisasi Jalur

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebelumnya turun langsung ke lokasi kejadian didampingi Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, dan jajaran otoritas terkait, Selasa (28/4)

AHY mengungkapkan, berdasarkan data per pukul 13.00 WIB, terdapat penambahan jumlah korban dari sebelumnya 14 orang menjadi 15 korban meninggal dunia. Sementara sebanyak 88 orang lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

"Update sampai dengan jam 1 siang tadi ada 15 orang yang meninggal dunia dan 88 orang yang masih dirawat. Termasuk ada tiga yang tadinya terjepit bisa kita evakuasi dan masih dalam perawatan di rumah sakit," ujarnya di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4).

Saat ini, petugas dari PT KAI tengah berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi gerbong kereta khusus wanita yang masih berada di atas rel. AHY menargetkan proses pemulihan operasional bisa segera dirampungkan agar aktivitas perjalanan kereta kembali normal.

"Dan tadi saya lihat di bawah memang masih diupayakan agar sore ini benar-benar bisa diangkat atau diangkut dari rel kereta, yaitu gerbong khusus wanita KRL yang saat ini sekali lagi masih dalam proses evakuasi atau recovery," katanya.

 

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah