Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis per Jumat 24 April 2026 menunjukkan kenaikan terjadi di berbagai komoditas utama. Harga telur ayam mencapai Rp 32.000 per kilogram, sementara beras medium hingga super berada di kisaran Rp15.950 hingga Rp17.350 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada beras kualitas bawah yang menyentuh Rp 14.550 per kilogram. Sementara itu, bawang merah dan bawang putih masing-masing menembus Rp 45.950 dan Rp 39.650 per kilogram.
Kondisi ini mendorong munculnya berbagai inisiatif di tingkat masyarakat. Salah satunya melalui bazar sembako murah yang digelar di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia bersama jaringan Sahabat Usaha Rakyat. Bazar ini menjadi alternatif bagi warga untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Dalam bazar tersebut, harga sejumlah komoditas dijual lebih rendah dibanding pasar. Telur ayam, misalnya, dijual seharga Rp27.000 per kilogram.
Selain itu, tersedia juga program tebus murah minyak goreng. Warga bisa mendapatkan minyak goreng seharga Rp10.000 per liter dengan syarat pembelian paket sembako.
Ketua Umum Inkowapi, Sharmila Yahya, menyebut kegiatan ini sebagai langkah jangka pendek. Tujuannya untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga pangan.
"Kita tahu sendiri harga-harga naik, harga telur naik, minyak goreng naik. Maka itu kami turun ke tengah masyarakat menjual sembako murah ini. Rencananya, kegiatan serupa akan kami rutinkan setiap bulan di berbagai titik berbeda di Jakarta," ujar Sharmila.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga melibatkan pedagang kecil. Skema tersebut diharapkan memberi manfaat bagi pelaku usaha mikro sekaligus konsumen.
"Baik membantu pelaku usaha mikro memutar barang dagangannya, sekaligus memberikan harga miring kepada konsumen akhir," urainya.
Antusiasme warga terlihat dari antrean panjang di lokasi bazar. Banyak masyarakat yang memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah.
Salah satu warga, Teti (48), mengaku selisih harga sangat membantu. Ia menyebut harga di pasar tradisional sudah cukup memberatkan.
"Buat kita ibu rumah tangga, selisih harga ini jelas sangat membantu. Di pasar, telur ada yang jual Rp30.000, Rp32.000, malah sampai Rp36.000. Di sini harganya Rp27.000, makanya kami rela datang ke sini," ungkapnya.
Sebagai informasi, jaringan Sahabat Usaha Rakyat telah lama fokus pada pembinaan ritel tradisional. Program ini menyasar warung kelontong yang dikelola perempuan di wilayah DKI Jakarta.