JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menjalin kerja sama sister city dengan Provinsi Otonomi Khusus Jeju, Korea Selatan. Kesepakatan ini diresmikan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dan Gubernur Jeju, Oh Young-hun.
Penandatanganan ini dilakukan di KBRI Seoul pada Sabtu (25/4) dan disaksikan langsung oleh Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Cecep Herawan.
Keduanya sepakat untuk saling berbagi keahlian dalam berbagai sektor krusial yang berdampak langsung pada pembangunan daerah.
Cakupan kerja sama ini meliputi pengembangan pariwisata, transisi ke energi terbarukan, penguatan sektor ekonomi, hingga inovasi di bidang pertanian dan perikanan. Harapannya, pertukaran pengetahuan antar dua wilayah ini dapat memberikan solusi konkret bagi tantangan perkotaan masa kini.
Gubernur Pramono menekankan bahwa Jeju adalah mitra yang sangat tepat bagi Jakarta.
"Jeju merupakan mitra strategis, terutama dalam pengembangan pariwisata dan energi berkelanjutan. Kami ingin kerja sama ini memberikan dampak konkret bagi masyarakat di kedua wilayah," ujarnya.
Kemitraan dengan Jeju merupakan langkah taktis Pemprov DKI Jakarta dalam mempercepat visi jangka panjang kota. Target besarnya menjadikan Jakarta sebagai salah satu dari 50 kota global (Top 50 Global Cities) pada tahun 2030.
Melalui sinergi internasional ini, Jakarta berupaya mengadopsi praktik terbaik dari Jeju untuk menciptakan tata kelola kota yang lebih maju, ramah lingkungan, dan kompetitif.
Gubernur Pramono optimistis kolaborasi dengan Jeju akan mengakselerasi visi Jakarta untuk masuk dalam jajaran 50 besar kota global (Top 50 Global Cities) pada 2030.
"Kami berkomitmen mewujudkan masa depan yang lebih terhubung, inklusif, dan berkelanjutan bagi Jakarta dan Jeju," imbuhnya.