← Beranda
Daftar 5 Kelurahan di Jakarta Paling Rawan Kebakaran, Korsleting Jadi Pemicu Utama
Ryandi ZahdomoMinggu, 26 April 2026 | 15.04 WIB
Petugas pemadam kebakaran melakukan pemadaman kebakaran di kawasan padat penduduk Jakarta Barat. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta baru saja merilis daftar wilayah yang paling sering dilanda kebakaran sepanjang periode 2021 hingga 2026.

Terdapat lima kelurahan yang tercatat sebagai zona paling rawan di Jakarta. Kelima wilayah tersebut adalah Kelurahan Kapuk, Cengkareng Timur, Penjaringan, Pegadungan, dan Pulo Gebang.

Ada banyak faktor yang membuat wilayah tersebut memiliki risiko tinggi. Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meganthara mengungkapkan, penetapan kerawanan ini didasarkan pada 22 variabel teknis yang mengacu pada aturan pemerintah.

"Ada 22 variabel sesuai Permendagri 14 2024," ujar Bayu, Sabtu (25/4).

Baca Juga: Hati-Hati Tanpa Disadari! 3 Perasaan Tidak Nyaman Ini Bisa Jadi Tanda Temanmu Toxic dan Menguras Energi Diam-Diam

Variabel tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari kepadatan penduduk, kualitas bangunan yang mayoritas semi permanen, hingga aktivitas rumah tangga dan industri yang tinggi. Selain itu, penggunaan material bangunan yang mudah terbakar juga memperparah risiko perambatan api saat terjadi insiden.

Korsleting Listrik: Ancaman Nyata di Permukiman

Salah satu pemicu utama kebakaran di Jakarta, khususnya di permukiman padat penduduk, adalah masalah kelistrikan. Berdasarkan data, 70 hingga 80 persen insiden kebakaran di Jakarta dipicu oleh korsleting listrik.

Kasie Ops Sudin Gulkarmat Jakarta Barat Syaiful Kahfi memaparkan data insiden di wilayahnya yang menunjukkan tren dominasi korsleting listrik.

"Tahun 2023 15 kali kejadian, tahun 2024 ada 13 kali kejadian, tahun 2025 ada 23 kali kejadian, tahun 2026 ada 3 kali kejadian. Mayoritas karena fenomena listrik," ungkap dia.

Untuk menekan angka kebakaran, Dinas Gulkarmat terus melakukan langkah mitigasi proaktif. Salah satunya dengan memberikan edukasi langsung kepada masyarakat.

Kepala Seksi (Kasie) Pencegahan Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Achmad Syaihu, menjelaskan bahwa pihaknya rutin melakukan pelatihan di tingkat kelurahan dan membagikan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

"Kami adakan pelatihan setiap tahun itu di per Kelurahan itu kami ada pelatihan. Terus penyebaran, kami berikan APAR ke warga," kata Syaihu.

Pihaknya juga memperkuat peran relawan pemadam kebakaran (Satgas) di setiap wilayah untuk melakukan pengawasan dan sosialisasi secara lebih dekat.

Baca Juga: Hati-Hati Tanpa Disadari! 3 Perasaan Tidak Nyaman Ini Bisa Jadi Tanda Temanmu Toxic dan Menguras Energi Diam-Diam

"Jadi di 56 kelurahan di Jakarta Barat, kami punya Satgas untuk memperkuat kewilayahan. Nah mereka yang turun itu tuh, yang gedor-gedor tuh," ungkapnya.

"Bahkan melalui toa masjid kami woro-woro warga, mereka juga door to door ke warga," tambah Syaihu.

Selain itu, petugas terus mengimbau warga untuk selalu memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing. Syaihu menekankan pentingnya mengganti kabel yang sudah usang atau tidak layak demi keamanan.

"Jika dirasa sudah tidak layak, petugas mengimbau agar supaya segera diganti demi keselamatan," tuturnya.

EDITOR: Sabik Aji Taufan