← Beranda
Polemik Penguburan Ikan Sapu-sapu, Wali Kota Jaksel Ikut Arahan MUI
Bintang PradewoKamis, 23 April 2026 | 20.40 WIB
Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar bicara soal penanganan ikan sapu-sapu sesuai arahan MUI. (Bintang Pradewo/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar mengikuti arahan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait tata cara penguburan ikan sapu-sapu. Menurutnya, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan akan melakukan kajian terkait ikan sapu-sapu itu.

Menurut Anwar mengatakan, sebelum dikubur, seluruh ikan dipastikan dalam kondisi mati.

"Agar tidak menimbulkan kekeliruan ke depannya, kami melaksanakan proses ini sesuai saran MUI. Hari ini sudah berjalan dengan baik," ujarnya, Rabu (22/4).

Baca Juga: Bersiaplah! 5 Shio Ini Diprediksi Akan Menemukan Jalan Menuju Kekayaan dari Peluang Tak Terduga

Anwar menjelaskan, pengendalian ikan sapu-sapu dilakukan secara serentak di sejumlah wilayah dengan melibatkan sekitar 60 personel gabungan dari unsur Pemkot Jakarta Selatan, TNI dan unsur masyarakat.

"Pada kegiatan kali ini, ditargetkan sebanyak lima ton ikan sapu-sapu kita tangkap. Pada Jumat lalu, petugas berhasil mengumpulkan sekitar 5,3 ton ikan sapu-sapu," katanya.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur Jakarta Pramono Anung dalam menjaga kualitas lingkungan dan air. Keberadaan ikan sapu-sapu dinilai berdampak signifikan terhadap ekosistem perairan, khususnya terhadap populasi ikan lokal yang biasa dikonsumsi masyarakat.

"Populasi ikan lokal menurun karena telur-telurnya dimangsa oleh ikan sapu-sapu," ujarnya.

Baca Juga: Ini Lokasi Pemadaman Listrik yang Terjadi di Jakarta dan Sekitarnya

Dia menambahkan, kegiatan penangkapan akan dilakukan secara intensif dua kali dalam sepekan dengan fokus pada wilayah hulu. Langkah ini diharapkan dapat menekan populasi ikan sapu-sapu hingga ke wilayah hilir.

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) melakukan pengkajian tangkapan ikan sapu-sapu dibuat pakan ternak dan pupuk organik agar berlanjut kebermanfaatannya.

"Nanti akan dipikirkan oleh Dinas KPKP yang sekarang dalam kajian. Saya bilang bisa enggak buat pakan ternak? Kan sayang, kalau bisa kan alangkah baiknya kalau bisa buat pakan ternak kan lumayan," kata Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar dalam acara Berdiskusi Kota dan Wartawan (Berkawan) di Jakarta, Rabu.

Anwar menilai pemanfaatan ikan sapu-sapu hasil tangkapan sebagai pakan ternak dapat mengurangi potensi sampah.

Terlebih, dalam penangkapan itu pihaknya turut mengikuti rekomendasi MUI dengan mematok kepala ikan hingga mati, kemudian dikubur.

Baca Juga: Sambil Terisak Tangis, Ibam Merasa Dikriminalisasi atas Jeratan Hukum Kasus Dugaan Korupsi Chromebook

Ia juga menyebut capaian 5,3 ton ikan sapu-sapu pada hari pertama penangkapan di Setu Babakan, Jakarta Selatan sebagai indikator kinerja maksimal dari seluruh pihak terkait.

Maka itu, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan berkomitmen menjadwalkan penangkapan ikan yang dinilai hama itu dilakukan dua kali dalam seminggu.

"Tentunya kegiatan penangkapan ini rutin kita lakukan setiap hari Jumat dan Selasa sampai benar-benar enggak ada ikan," ucap dia.

EDITOR: Bintang Pradewo