JawaPos.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menonton film Buya Hamka III di XXI Metropole, Menteng, Senin (20/4). Ia menilai, di era gempuran konten digital, film merupakan medium paling efektif untuk menanamkan karakter dan semangat kebangsaan.
Wagub Rano mengajak orang tua untuk menjadikan Buya Hamka III sebagai sarana belajar yang menarik bagi anak-anak. Menurutnya, dukungan terhadap film ini harus dilakukan secara total, tidak hanya berhenti di modal finansial.
"Film ini dibuat melalui perjalanan panjang. Sejak awal, produser sudah memahami risikonya. Namun, yang terpenting adalah bagaimana generasi muda dapat mengenal Buya Hamka sebagai tokoh panutan," ujarnya, Senin (20/4).
Ia menambahkan, apresiasi masyarakat dan pemerintah sangat krusial agar film berkualitas seperti ini memiliki ruang tayang yang lebih luas.
"Film seperti ini harus kita dukung bersama, bukan hanya secara finansial, tetapi juga dengan memberi perhatian dan ruang agar generasi muda memahami sejarah serta mengenal tokoh bangsa," jelasnya.
Jakarta Bersiap Menjadi Kota Sinema Dunia
Selain mengapresiasi film, Rano Karno juga membocorkan langkah strategis Pemprov DKI Jakarta untuk memajukan industri kreatif. Jakarta diproyeksikan menjadi pusat industri perfilman berskala internasional.
Salah satu langkah konkretnya adalah pembentukan Jakarta Film Commission yang dijadwalkan meluncur pada 22 Juni mendatang.
"Jakarta akan menjadi kota sinema. Kami telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk internasional. Ini menunjukkan potensi besar Jakarta dalam industri kreatif, khususnya perfilman," terangnya.
Ke depannya, Rano berharap Jakarta mampu menjadi tuan rumah berbagai agenda perfilman internasional. Hal ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemprov DKI dalam membangun ekosistem sinema yang mendukung pertumbuhan karya anak bangsa.
Di akhir kesempatan, Rano kembali menekankan pentingnya peran orang tua dan lingkungan dalam memilih tontonan yang edukatif.
"Kita punya tanggung jawab memperkenalkan tokoh panutan kepada generasi penerus. Film ini layak ditonton dan menjadi bagian dari pembelajaran nilai kehidupan," imbuhnya.