← Beranda
Doa Bersama Lintas Agama di Monas untuk Perdamaian Dunia
Abdul RahmanSelasa, 21 April 2026 | 04.31 WIB
Doa bersama lintas agama digelar di Monas untuk perdamaian dunia. (istimewa)

 

JawaPos.com - Sekitar 3.800 orang dari berbagai agama dari sejumlah daerah di Tanah Air datang dan berkumpul menggelar acara doa bersama di Monumen Nasional (Monas) Jakarta pada akhir pekan kemarin.

Doa bersama tersebut ditujukan untuk kedamaian dunia yang saat ini penuh dengan ketidakpastian akibat terjadinya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Para peserta berasal dari agama Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu, hingga aliran kepercayaan. Bukan hanya dari Jabodetabek, para peserta yang hadir juga datang dari sejumlah daerah seperti Surabaya, Sumatera Barat, Makassar, dan lain-lain. Acara tersebut juga dihadiri komunitas India di Jakarta.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam acara ini seperti Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov DKI. Selain itu, Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty dan Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia Sashikala Premawardhane juga turut hadir.

Baca Juga: Ustadz Solmed Buru Sejumlah Pengguna Media Sosial yang Mengaitkannya dengan Kasus Pelecehan Seksual

Doa bersama dan Malam Renungan Suci diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan. Mulai dari meditasi, teknik pernapasan, doa bersama, hingga penyalaan ribuan cahaya sebagai simbolisasi harapan untuk perdamaian dunia.

Bukan hanya doa untuk kedamaian dunia, acara tersebut juga mendoakan agar Indonesia jadi lebih baik dengan adanya pengamalan konkret atas nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang selalu hidup.

A.S. Kobalen selaku panitia penyelenggara mengatakan, awalnya acara ini inisiatif dari pihaknya namun kemudian mendapat sambutan positif dari banyak pihak lintas agama. Bahkan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan karpet merah agar acara tersebut dapat diselenggarakan di Jakarta.

“Lewat acara ini kami ingin menunjukkan bahwa kami bagian dari bangsa ini ingin berkontribusi untuk perdamaian dunia di tengah situasi global yang sedang tidak baik-baik saja,” kata Kobalen dalam keterangannya.

Dia juga mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum bersejarah untuk menunjukkan betapa kuatnya persatuan di tengah keberagaman di Tanah Air. Terbukti, ribuan peserta dari berbagai agama dan etnis bersatu untuk menggelar acara doa bersama.  

“Kita ingin mencatat sejarah bahwa di tengah kondisi global yang tidak baik-baik saja, kita menghadirkan kekuatan doa bersama. Sebuah silent prayer untuk harmoni dunia,” tambahnya.

Baca Juga: Syifa Hadju Unggah Foto Bersama Ibunya Jelang Pernikahan dengan El Rumi

 

 

 

EDITOR: Abdul Rahman