← Beranda
Populasi Capai 90 Persen, Gubernur Jakarta Bersihkan Ikan Sapu-Sapu di 5 Wilayah
Ryandi ZahdomoJumat, 17 April 2026 | 18.00 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung hadiri operasi penangkapan ikan sapu-sapu di Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, Jumat (17/4). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung hadiri operasi penangkapan ikan sapu-sapu di Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, Jumat (17/4).

Aksi ini merupakan upaya Pemprov DKI Jakarta dalam memulihkan ekosistem sungai dan saluran air yang kian memprihatinkan.

Gubernur Pramono mengungkapkan bahwa tindakan tegas harus diambil karena spesies ini sangat dominan. Berdasarkan data di lapangan, populasi ikan sapu-sapu telah menguasai sebagian besar biota air di Jakarta, sehingga mengancam keberadaan ikan lokal.

"Langkah ini dilakukan karena keberadaan ikan sapu-sapu di sejumlah perairan Jakarta sudah sangat dominan, mencapai sekitar 80 sampai 90 persen dari populasi biota air, sehingga mengganggu kondisi ekosistem perairan," ujarnya, Jumat (17/4).

Ancaman Terhadap Infrastruktur dan Ekosistem

Selain mengganggu habitat alami, kebiasaan ikan sapu-sapu yang gemar menggali dasar dan pinggir sungai ternyata berdampak buruk pada infrastruktur kota.

Spesies ini berpotensi merusak bantaran atau turap yang menjaga aliran sungai tetap stabil. Jika dibiarkan, keseimbangan ekosistem akan hancur dan risiko kerusakan fisik pada tanggul sungai akan semakin tinggi.

Digelar Serentak di 5 Wilayah Jakarta

Operasi besar-besaran ini tidak hanya dilakukan di satu titik, melainkan menyasar lima wilayah kota secara bersamaan:

  • Jakarta Utara: RW 06, Kelapa Gading Barat.
  • Jakarta Barat: Kali Anak TSI, Duri Kosambi.
  • Jakarta Pusat: Kali Cideng.
  • Jakarta Selatan: Pintu Air Outlet Setu Babakan.
  • Jakarta Timur: Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung.

Hasil Tangkapan Jadi Kompos Alami

Pramono menegaskan bahwa ikan-ikan yang tertangkap tidak akan dilepasliarkan kembali atau dikonsumsi. Seluruh hasil tangkapan akan dimatikan dan dikubur secara higienis di lokasi yang sudah disiapkan.

Menariknya, bangkai ikan tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai kompos alami bagi tanaman di sekitar lokasi.

"Operasi ini merupakan bagian dari langkah berkelanjutan dalam pemulihan perairan Jakarta, mulai dari penanganan cepat di lapangan, pengendalian secara berkala, perbaikan kualitas air, hingga pemulihan permanen ekosistem sungai dan saluran," imbuh Pramono.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran tinggi mulai dari Puspomal, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), hingga Wali Kota Jakarta Utara.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra