← Beranda
Perputaran Uang di Jakarta Tembus Rp 67,5 Triliun Selama Imlek & Lebaran 2026, Target Pajak Tercapai
Ryandi ZahdomoSelasa, 31 Maret 2026 | 22.49 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau langsung Pasar Induk Kramat Jati di Jakarta Timur. (Humas Pemprov DKI Jakarta)

JawaPos.com - Ekonomi Jakarta mencatatkan rapor hijau di sepanjang kuartal I 2026. Kombinasi perayaan Imlek dan Idulfitri tahun ini menjadi motor penggerak utama yang membuat perputaran uang di Ibu Kota tembus angka puluhan triliun rupiah.

Lonjakan aktivitas konsumsi masyarakat ini tidak lepas dari strategi jitu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengemas berbagai program wisata dan belanja yang menarik minat warga serta wisatawan.

Salah satu kunci sukses pertumbuhan ekonomi ini adalah program Jakarta Festive Wonders (JFW) yang berlangsung sepanjang Maret 2026. Program ini berhasil menyatukan ratusan pusat perbelanjaan dalam satu payung promosi yang masif.

Baca Juga: Bukan Cuma Berasal dari Rumah Tangga, 70 Persen Sampah di Tambora Ternyata Limbah Konveksi!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menuturkan, keterlibatan sektor ritel memberikan dampak instan pada angka transaksi daerah.

"Melibatkan 101 pusat perbelanjaan di Jakarta melalui dekorasi tematik dan diskon yang menarik, program ini menghasilkan total transaksi sebesar Rp67,5 triliun. Ini rekor yang luar biasa," ujar Gubernur Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (31/3).

Tidak hanya di mal, tren positif juga terlihat dari program "Mudik ke Jakarta". Kolaborasi dengan maskapai penerbangan, kereta api, dan perhotelan sukses menyumbang transaksi lebih dari Rp20 miliar, yang mengalir deras ke sektor kuliner dan destinasi wisata lokal.

Penerimaan Pajak Lampaui Target di Triwulan I 2026

Tingginya konsumsi selama momen Ramadan dan Lebaran secara otomatis mendongkrak pendapatan daerah. Gubernur Pramono menjelaskan, momentum hari besar keagamaan tahun ini sangat solid dalam mendukung stabilitas fiskal Jakarta.

Berdasarkan data terbaru, realisasi penerimaan pajak daerah menunjukkan angka yang sangat memuaskan di awal tahun ini.

"Realisasi penerimaan pajak daerah pada triwulan pertama mencapai 100,28 persen atau sebesar Rp7,3 triliun. Sementara itu, realisasi penerimaan retribusi daerah juga sesuai target, yakni sebesar Rp113,4 miliar," paparnya.

Strategi Atasi Macet di Pelabuhan Tanjung Priok

Selain fokus pada angka ekonomi, Pemprov DKI juga bergerak cepat mengantisipasi dampak arus balik logistik. Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok menjadi perhatian utama guna mencegah penumpukan truk yang kerap memicu kemacetan parah.

Sebagai solusi, lahan seluas lima hektare di Terminal Tanah Merdeka disiapkan sebagai buffer area atau kantong parkir darurat bagi kendaraan logistik. Fasilitas ini diberikan secara gratis tanpa pungutan retribusi selama satu minggu sejak 30 Maret 2026.

"Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di badan jalan seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Alhamdulillah, hingga saat ini aktivitas di Tanjung Priok berjalan lancar dan normal," terangnya.

Pramono juga mengapresiasi sinergi antara TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan yang menjaga Jakarta tetap kondusif selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah