JawaPos.com - Forkopimko Jakarta Barat memperketat keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang Lebaran 2026. Melalui Operasi Ketupat 2026, petugas gabungan akan berfokus pada pengamanan jalur mudik, rumah kosong (rumsong), hingga stabilitas harga bahan pokok di pasar.
Wakapolres Metro Jakarta Barat AKBP Rezi Dharmawan menegaskan, titik keramaian seperti tempat ibadah dan pusat perbelanjaan menjadi prioritas utama.
"Fokus utama yaitu masyarakat yang bepergian mudik. Kemudian di tempat-tempat peribadatan ya pada saat pelaksanaan salat Idul Fitri, kemudian tempat-tempat wisata, tempat pusat perbelanjaan, dan di jalan, intinya itu," ujar Rezi dikutip Jumat (13/3).
Tim Khusus Pembasmi Kejahatan Jalanan
Untuk menjamin kenyamanan warga selama masa puasa dan Idul Fitri, kepolisian telah membentuk tim khusus. Satgas ini terdiri dari unit Preventif, Preemtif, hingga Penegakan Hukum yang akan berkolaborasi dengan stakeholder terkait.
"Artinya, tetap menjadi fokus perhatian kita kejahatan-kejahatan atau kriminal-kriminal yang bisa mengganggu kelancaran masyarakat dalam menjalankan aktivitas. Khususnya lagi aktivitas selama Idul Fitri, selama puasa, selama mudik ya," jelas Rezi.
Pantau Harga Pangan dan Tindak Pedagang Nakal
Selain faktor keamanan fisik, Operasi Ketupat tahun ini juga menyasar stabilitas ekonomi warga. Satgas pangan akan dikerahkan untuk memonitor pergerakan harga kebutuhan pokok agar tidak terjadi lonjakan yang tidak wajar akibat ulah spekulan.
Rezi menekankan pentingnya kontrol intensif bersama Pemerintah Daerah. "Jangan sampai ada pedagang-pedagang di luar sana yang "nakal" dalam tanda petik, menaikkan harga khusus apalagi harga-harga bahan pokok ya. Nah itu terus kita monitor, terus kita kontrol ya, dan kita evaluasi terus," tuturnya.
Tips Aman Mudik: Titip Kendaraan di Kantor Polisi
Bagi warga Jakarta Barat yang berencana pulang kampung, pihak kepolisian memberikan fasilitas penitipan kendaraan secara gratis di kantor polisi terdekat. Sebanyak 1.300 personel gabungan TNI, Polri, dan Pemprov DKI disiagakan untuk menjaga wilayah yang ditinggalkan pemudik.
"Kami terima ya (penitipan kendaraan) di Polsek juga ya. Polsek, Polres, nanti silakan hubungi 110 ataupun menghubungi pos ataupun kantor Polsek terdekat dari wilayah masing-masing," tambah Rezi.
Ia juga mengingatkan warga untuk melakukan cek terakhir pada instalasi listrik sebelum berangkat. "Tentu kami mengimbau ya, pastikan kondisi rumah yang akan ditinggalkan dalam waktu mungkin cukup lama. Syukur-syukur dicek juga alat listrik ya, kita antisipasi banyak kejadian kebakaran, korsleting arus listrik," imbuhnya.