← Beranda
Begini Cara Pemprov DKI Jakarta Tangani Longsor TPST Bantargebang, Seminggu Harus Beres!
Ryandi ZahdomoRabu, 11 Maret 2026 | 05.25 WIB
Sejumlah petugas gabungan memindahkan korban longsor gunungan sampah ke kantung jenazah usai ditemukan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/3/2026). (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/foc)

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mengupayakan memulihkan operasional TPST Bantargebang pasca-insiden longsor di Zona 4A.

Penanganan intensif terus dikebut agar alur pembuangan sampah ibu kota kembali normal hanya dalam waktu satu pekan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menegaskan bahwa tim di lapangan saat ini fokus penuh pada pembersihan material longsoran dan penataan ulang area terdampak.

Langkah pertama yang diambil adalah menormalisasi aliran sungai di sekitar lokasi longsor.

Baca Juga: Operasi SAR Insiden Bantargebang Ditutup, 7 Korban Meninggal Dunia Berhasil Dievakuasi

Material longsor yang sempat menyumbat aliran air kini dipindahkan ke Zona 4 Kecil dan Zona 4 Besar untuk mencegah luapan ke badan jalan.

"Kami menargetkan pengelolaan sampah di TPST Bantargebang dapat kembali normal dalam sepekan. Saat ini tim di lapangan sedang menangani material longsoran yang berada di aliran sungai di sekitar lokasi kejadian," ujar Asep Kuswanto, Selasa (10/3).

Selain pengerukan sungai, DLH juga melakukan perbaikan turap kali di dua titik strategis untuk memperkuat infrastruktur dan mencegah gangguan serupa di masa depan.

Strategi Alternatif: Sampah Dialihkan ke RDF Plant

Agar sampah Jakarta tidak menumpuk di pemukiman, Pemprov DKI mengalihkan sebagian beban sampah ke fasilitas pengolahan modern.

Saat ini, pembuangan ke TPST Bantargebang masih aktif di Zona 1, 2, dan 5 dengan kapasitas 4.000 ton per hari.

Baca Juga: Tujuh Korban Meninggal Dunia Pasca Longsor Gunung Sampah di TPST Bantargebang, Ini Daftar Lengkapnya

Sembari menunggu Zona 4 Besar pulih, sampah didistribusikan ke beberapa lokasi, di antaranya:

- RDF Plant Bantargebang: Kapasitas 800 ton/hari.

- PLTSa Merah Putih: Kapasitas 100 ton/hari.

- RDF Plant Rorotan: Kapasitas awal 300 ton/hari.

Asep menjelaskan, RDF Plant Rorotan memegang peran kunci dalam masa transisi ini untuk memastikan layanan publik tetap optimal.

"Hari ini RDF Plant Rorotan mulai dioperasikan dengan kapasitas awal sekitar 300 ton per hari. Kapasitas ini akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 750 ton per hari dalam pekan ini, kemudian ditingkatkan kembali hingga 1.000 ton per hari," jelas Asep.

Jika perbaikan di Zona 4 Besar rampung, kapasitas layanan akan bertambah 1.500 ton per hari.

Baca Juga: Bertambah Satu Korban jadi Lima Orang Tewas, Tim SAR Temukan Jasad Korban Longsor di TPST Bantargebang

Secara total, Pemprov DKI memproyeksikan mampu menangani 6.700 hingga 7.150 ton sampah per hari hingga akhir pekan ini.

Langkah preventif juga dilakukan di Zona 3 Kepala Burung untuk meminimalkan risiko longsor susulan.

Asep optimistis komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam mempercepat pemulihan ini akan membuahkan hasil dalam waktu dekat.

"Dengan berbagai langkah penanganan yang sedang dilakukan, kami berharap operasional pengelolaan sampah di TPST Bantargebang dapat kembali normal dalam waktu satu pekan ini," imbuh Asep.

 

EDITOR: Bayu Putra