← Beranda
Banjir Jakarta Hari Ini: Duri Kosambi Jakbar Terendam 60 Cm, Warga Mulai Mengungsi!
Ryandi ZahdomoSenin, 9 Maret 2026 | 17.47 WIB
Ilustrasi banjir setinggi hampir satu meter menggenangi permukiman warga di kawasan Jalan Pulo Indah Raya, Duri Kosambi, Jakarta Barat. (ANTARA)

 

JawaPos.com - Hingga Senin (9/3), kawasan Pulo Indah Raya, Duri Kosambi, Jakarta Barat, masih terendam air setinggi 60 hingga 80 sentimeter. Akibatnya, akses jalan utama sepanjang 1 kilometer lumpuh total dan tidak bisa dilewati kendaraan motor maupun mobil.

Kondisi ini memaksa warga mengevakuasi kendaraan mereka ke area yang lebih tinggi di ujung permukiman. Sementara itu, petugas gabungan mulai bergerak mengevakuasi kelompok rentan seperti bayi dan ibu hamil menggunakan perahu karet.

Banjir Kiriman dan Luapan Kali Diduga Jadi Penyebab

Meski hujan sempat reda pada Minggu pagi, debit air justru melonjak drastis. Luapan kali dan kiriman air dari bendungan sekitar membuat genangan sulit surut. Hal ini diakui oleh Zami, 20, warga terdampak yang menyebut air mulai naik sejak Sabtu malam.

"Mulai dari Malam minggu udah mulai banjir jalanan, mau tengah malam sampai pas mau sahur itu naik terus," kata Zami, Senin (9/3).

Baca Juga: Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Hadiri Sidang Praperadilan Agenda Pembacaan Kesimpulan

Ia menambahkan bahwa faktor cuaca bukan satu-satunya penyebab. "Biasanya kalau cuma karena hujan doang cepet surutnya, ini sampai sekarang masih tinggi soalnya banjir kiriman," ujarnya.

Warga Keluhkan Banjir Berulang di Tahun 2026

Bagi warga Pulo Indah, ini adalah kali kedua permukiman mereka terendam hebat sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, pada akhir Januari lalu, banjir bahkan sempat mencapai ketinggian satu meter.

Zami mengaku lelah dengan kondisi ini karena harus terus-menerus membersihkan sisa lumpur. "Capek sih, lebih ke bikin capek karena harus bersih-bersihnya. Udah berkali-kali banjir begini terus," keluh Zami.

Update BPBD DKI: 16 RT di Jakarta Barat Masih Terendam

Secara keseluruhan, banjir Jakarta Barat belum sepenuhnya mereda. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, masih ada 16 RT yang tergenang.

Baca Juga: Simak Jadwal Adzan Maghrib, Shalat, dan Imsak 9-14 Maret 2026 untuk Madiun dan Sekitarnya

Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengonfirmasi situasi terkini. "BPBD mencatat saat ini terdapat 16 RT dan 2 Jalan tergenang," ujar Yohan, Senin (9/3).

Berikut adalah titik banjir terparah di Jakarta Barat menurut data BPBD:

- Kelurahan Rawa Buaya: 7 RT (Tinggi 60-90 cm)

- Kelurahan Duri Kosambi: 4 RT (Tinggi 30-80 cm)

- Kelurahan Kembangan Utara: 2 RT (Tinggi 40-60 cm)

- Kelurahan Kembangan Selatan: 2 RT (Tinggi 50 cm)

- Kelurahan Jelambar: 1 RT (Tinggi 30 cm)

Hingga saat ini, ratusan jiwa telah memadati posko pengungsian di masjid dan gedung sekolah terdekat. Di Kembangan Utara, sebanyak 141 warga mengungsi, sementara di Kedaung Kali Angke tercatat ada 138 jiwa yang meninggalkan rumah mereka.

BPBD DKI menargetkan genangan akan surut dalam waktu cepat seiring dengan pengerahan personel gabungan dan pompa di lapangan. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan dapat menghubungi Call Center 112 jika dalam kondisi darurat.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan