← Beranda
Kata Gubernur Pramono Anung Soal Demo UMP 2026: UMP Jakarta Paling Tinggi se-Indonesia!
Ryandi ZahdomoSelasa, 30 Desember 2025 | 02.37 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Masria Pane)
JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akhirnya angkat bicara menanggapi gelombang protes buruh terkait penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta 2026.

Pramono menyatakan, UMP 2026 sebesar Rp 5.729.876 telah diputuskan melalui pertimbangan matang dan diklaim sebagai yang tertinggi di Indonesia.

Diketahui, polemik utama muncul dari penggunaan nilai alfa dalam perhitungan UMP. Pramono mengungkapkan bahwa angka 0,75 diambil sebagai titik temu antara tuntutan buruh yang meminta di atas 0,9 dan usulan pengusaha di angka 0,55.

"Jadi, Jakarta ini dibandingkan dengan seluruh provinsi yang ada, UMP-nya paling tinggi. Dan Jakarta kemarin kenaikannya juga cukup tinggi. Kita menggunakan alfanya adalah 0,75," ujarnya, Senin (29/12).

Baca Juga: UMP Jakarta 2026 akan Digugat ke PTUN, Pramono Anung: Silakan, ini Negara Demokrasi!

Diketahui, berdasarkan data rekapitulasi nasional, UMP DKI Jakarta 2026 memang menjadi yang tertinggi di tingkat provinsi.

Namun, perlu dicatat bahwa Jakarta tidak memiliki Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) karena wilayahnya berstatus kota administratif.

Hal inilah yang menyebabkan UMP Jakarta bukanlah yang tertinggi jika dibandingkan dengan UMK Bekasi atau Karawang yang sudah menembus angka Rp 5,9 juta.

Pramono mengatakan, pihaknya juga telah memberikan insentif tambahan guna meringankan beban para buruh. Insentif yang dimaksud ialah pemberian transportasi gratis, pangan murah, hingga subsidi penggunaan air PAM Jaya.

"Dan untuk itu, Pemerintah DKI Jakarta juga memberikan insentif, di antaranya adalah transportasi gratis, pangan lebih murah, air dari PAM Jaya juga kami subsidi," katanya. 

Baca Juga: Said Iqbal Sebut UMP DKI Jakarta Kalah dari Pabrik Panci di Karawang, ini Jawaban Pramono Anung

Meski begitu, Pramono menyambut baik aspirasi yang disampaikan para buruh melalui aksi unjuk rasa.

Namun, ia menitipkan pesan agar suasana Jakarta tetap terjaga tanpa ada kericuhan, mengingat banyak massa yang datang dari luar Jakarta.

"Saya berharap karena saya mendengar yang akan demo sebenarnya dari daerah, tapi kan yang didemo di Jakarta. Kami dengan tetap akan menjaga kondusivitas dan juga keamanan Jakarta, itu penting sekali," kata Pramono.

Sebelumnya, Presiden KSPI, Said Iqbal menyoroti fakta bahwa upah di Bekasi dan Karawang justru sudah menyentuh Rp 5,95 juta, lebih tinggi dari Jakarta yang hanya Rp 5,73 juta.

Said Iqbal menilai sangat ironis jika pegawai di pusat bisnis elite Jakarta justru bergaji lebih rendah dibandingkan buruh manufaktur di daerah penyangga.

Baca Juga: Buruh Sebut Hanya 5 Persen Pekerja Yang Nikmati Insentif Pemprov DKI, Buruh Tolak UMP Jakarta 2026

Ia menegaskan bahwa ketimpangan ini tidak masuk akal mengingat biaya hidup di Jakarta jauh lebih mahal.

"Upah buruh di pabrik panci lebih tinggi dibandingkan upah di bank-bank internasional, bank-bank Himbara, dan perusahaan-perusahaan raksasa asing yang berkantor di Jakarta. Jelas hal ini tidak masuk akal," tegasnya.

 

EDITOR: Bayu Putra