← Beranda
Gubernur Pramono Anung Ancam Pecat ASN yang Males dan Flexing di Medsos: Enggak Ada Ampun!
Ryandi ZahdomoSenin, 27 Oktober 2025 | 23.45 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meluncurkan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Try Out khusus bagi siswa kelas XII penerima KJP Plus di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Selasa (21/10). (Istimewa)

JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tak akan segan memecat aparatur sipil negara (ASN) yang menampilkan gaya hidup mewah alias flexing di media sosial.

Diketahui, Pemprov DKI resmi dicopot sementara Sekretaris Kelurahan (Seklur) Petojo Selatan Febriwaldi dari jabatannya. Langkah ini diambil setelah foto dan video yang memperlihatkan gaya hidup mewah miliknya viral di media sosial.

"Kalau ASN di Jakarta males-malesan, apalagi flexing, ada yang kemarin flexing di kelurahan, saya enggak tahu lurah mana, saya lupa, saya bilang, ganti, pecat," ujar Pramono saat memberikan sambutan dalam acara opening ceremony Jakarta Economic Forum (JEF) 2025 di Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Sabtu (25/10).

Menurut Pramono, perilaku pamer kemewahan di tengah tugas pelayanan publik tidak sesuai dengan karakter ASN Pemprov DKI Jakarta yang harusnya berintegritas dan sederhana.

"Saya enggak basa-basi, ini bukan tipe ASN di Jakarta," tambahnya.

Tunjangan Besar Bukan Alasan untuk Flexing

Pramono juga menyoroti besarnya tunjangan kinerja (TPP) atau tukin yang diterima ASN Jakarta. Menurutnya, meskipun tunjangan tersebut tergolong tinggi, bukan berarti ASN boleh hidup berlebihan dan memamerkannya di media sosial.

"Tukinnya Jakarta ini lebih dari yang lain, mungkin lebih dari Bank Indonesia maupun OJK. Tapi, kalau ASN di Jakarta males-malesan apalagi flexing, enggak ada ampun," tegasnya.

Ia menekankan bahwa integritas, disiplin, dan etos kerja adalah modal utama yang wajib dimiliki ASN Jakarta dalam menjalankan tugas melayani warga ibu kota.

Politikus senior PDIP ini berharap para ASN Jakarta bisa menunjukkan kinerja terbaik dan menjaga profesionalisme di bawah kepemimpinannya.

"Yang saya inginkan dengan Balai Kota adalah mereka merasa nyaman dalam kepemimpinan saya. Tapi itu artinya juga harus kerja sungguh-sungguh," kata Pramono.

Diduga Flexing, ASN DKI Dicopot

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta langsung turun tangan menyelidiki dugaan pelanggaran disiplin yang dilakukan Sekretaris Kelurahan Petojo Selatan, Febriwaldi, setelah viral karena diduga pamer gaya hidup mewah.

Inspektur Provinsi DKI Jakarta Dhany Sukma menegaskan, Febriwaldi kini sedang dalam proses pemeriksaan internal.

"Kami langsung berkoordinasi dengan Wali Kota Jakarta Pusat dan Inspektur Pembantu Kota untuk segera mengambil tindakan. Pemeriksaan akan dilakukan untuk menentukan sanksi yang akan diberikan," ujar Dhany, Jumat (10/10).

Pemeriksaan ini mengacu pada Pasal 3 huruf c, d, dan f Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS, serta Pasal 2 ayat (3) huruf d dan h Pergub Nomor 8 Tahun 2024 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Kasus ini mencuat setelah foto-foto Febriwaldi tersebar di media sosial. Dalam unggahan itu, ia tampak kerap tampil dengan gaya hidup mewah, termasuk perjalanan ke luar negeri pada 2015–2016 saat masih bertugas di Dinas Gulkarmat, pembelian sepeda motor pada 2020, dan sepeda pada 2022.

Dhany mengungkapkan bahwa Febriwaldi sudah diberhentikan sementara dari jabatannya melalui Keputusan Lurah Petojo Selatan Nomor 42 Tahun 2025.

"Kami menegakkan aturan dengan prinsip kehati-hatian dan sesuai prosedur. Pembebasan sementara ini dilakukan untuk menjaga integritas pelayanan publik sambil menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut," ungkap Dhany.

Ia berharap kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi ASN lainnya agar selalu menjaga profesionalitas dan tidak menimbulkan kemarahan publik.

"Kami menghormati seluruh proses pemeriksaan yang sedang berjalan. Prinsipnya, setiap aparatur sipil negara harus menjadi teladan bagi masyarakat, baik dalam kinerja maupun perilaku sehari-hari," ujarnya.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah