JawaPos.com - Salah satu pria dari Jagabaya, Parung Panjang, Bogor, diundang oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk datang ke kantor Gubernur Jawa Barat, di Bandung untuk bertemu dengan dirinya secara langsung.
Dalam pertemuan itu, dia bercerita menjadi korban truk tambang di Parung Panjang. Dia kena senggol truk tambang sampai mengalami cacat permanen. Bapak itu tidak bisa bekerja dan menghasilkan uang untuk keluarganya sejak peristiwa kecelakaan terjadi sampai saat ini.
Dedi Mulyadi lantas bertanya apakah ada pertanggung jawaban dari truk tambang atau pengusaha tambang atas kecelakaan yang dialaminya. Bapak itu mengaku tidak ada sama sekali.
Jangankan bertanggung jawab memberikan sejumlah uang untuk meringankan bebannya setelah mengalami cacat permanen akibat terjadinya kecelakaan, bapak itu menyebut biaya rumah sakit saja perusahaan tambang tidak membiayai.
"Bapak diobatin? Dibiayai?," tanya Dedi Mulyadi.
"Nggak, nggak ada yang biayai," jawabnya.
KDM tampak terkejut mendengar pernyataan dari bapak itu. Dia kemudian bertanya apakah sempat membuat laporan polisi atas peristiwa tak menyenangkan dialaminya. Bapak itu mengaku tidak sempat membuat laporan polisi dengan mempertimbangkan kondisinya yang sudah hampir sekarat.
"Nggak ada yang ngaduin. Sekarang saya cacat permanen, tidak bisa kerja. Jangankan kerja, jalan juga nggak bisa,"katanya.