JawaPos.com - Massa buruh dari berbagai serikat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, hari ini, Senin (22/9). Sebanyak 5.367 personel aparat dikerahkan. Mereka merupakan gabungan dari Polri, TNI, dan Pemprov DKI Jakarta untuk menjaga keamanan jalannya demonstrasi.
"Kuat pengamanan wilayah Jakarta Pusat 5.367 personel gabungan (Polri, TNI dan Pemda DKI)," ujar Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Ruslan Basuki
Ia menjelaskan, terdapat dua lokasi demonstrasi di Jakarta Pusat hari ini. Pertama, aksi unjuk rasa dari DPP KSPSI dan DPP KSPI di depan gedung DPR/MPR RI.
Kedua, massa dari Gerakan Bersama Indonesia Damai dan sejumlah element lainnya juga akan menggelar demo di Silang Selatan Monas.
Ruslan mengatakan, rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional, tergantung kondisi di lapangan. Ia mengimbau masyarakat menghindari sekitar DPR/MPR agar tidak terjebak macet.
"Kami memohon pengertian masyarakat. Keselamatan dan kenyamanan bersama menjadi prioritas kami," katanya.
Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyebut sebanyak 5000 buruh akan menggelar aksi di depan gedung DPR mulai pukul 10.00 WIB. Ia memimpin langsung jalannya demonstrasi bersama pimpinan serikat pekerja nasional.
"Lebih dari 5.000 orang yaitu dari Jabodetabek," ujar Said Iqbal.
Aksi ini akan dipimpin langsung oleh Presiden Partai Buruh dan KSPI, Said Iqbal, bersama para pimpinan serikat pekerja nasional lainnya. Terdapat tiga poin tuntutan utama yakni, tegakkan supremasi masyarakat sipil, segera bentuk Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan dan hapus outsourcing dan tolak upah murah (HOSTUM).