← Beranda
Listrik Diancam Dicabut karena Telat Bayar Oleh Petugas PLN, Seorang Lansia Tewas di Rumahnya
Tazkia Royyan HikmatiarJumat, 1 Desember 2023 | 20.14 WIB
Lokasi seorang lansia tewas di Jalan Waspada Buntu, RT 7/13, Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat, pada Rabu (29/11) lalu. (Royyan/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Seorang lansia bernama Hidayat, 75, meninggal dunia saat kediamannya diancam akan diputus listriknya oleh petugas PLN lantaran telat melakukan pembayaran. Peristiwa itu terjadi di Jalan Waspada Buntu, RT 7/13, Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat, pada Rabu (29/11) lalu.
 
Mulanya, istri korban, Narsih mengatakan, peristiwa naas ini terjadi ketika ada dua petugas PLN yang mendatangi rumahnya dengan maksud menagih biaya listrik. Ia mengatakan, tagihan listrik itu sebesar Rp 900 ribu.
 
Baca Juga: Mau Berhenti Merokok tapi Sudah Kecanduan, Simak Cara Mengatasinya, Perhatikan jika Ingin Punya Badan Sehat
 
“Saya sudah bilang, nanti sore saya bayar. Duitnya udah ada tapi saya lagi makan, namanya abis pulang kerja,” kata Narsih kepada wartawan, (30/11).
 
Namun, petugas PLN tersebut masih ngotot ingin melakukan pemutusan meski keterlambatan pembayaran hanya baru beberapa hari.
 
“Kata dia, ‘Gak bisa bu, ini harus diputus’. Ini kan juga baru terlambat beberapa hari, istilahnya belum lewat bulan,” ungkapnya.
 
Baca Juga: Tax Holiday hingga Insentif Pajak Perumahan Usaha Berlanjut Sampai Tahun Depan
 
Mendengar istrinya sedang cekcok, Hidayat yang sebelumnya berada di lantai 2 rumah turun ke bawah untuk menghadapi para petugas itu. Cekcok pun tak terelakkan.
 
Narsih yang mengetahui kondisi suaminya segera mengambil uang dan hendak membayar listrik ke retail terdekat. Namun, saat ia pulang kembali ke rumahnya, Hidayat sudah jatuh di lantai dalam keadaan tak bernyawa.
 
“Saya dari ujung lihat bapak jatuh. Saya teriak dari sana ‘Tuh saya bilang juga apa, sabar pak, saya mau bayar bapak jangan bilang mau putusin’. Suami saya meninggal, saya minta mereka tanggung jawab,” pungkasnya.
 
EDITOR: Bintang Pradewo