← Beranda
Tak Ada Gejolak, Pembongkaran Ruko yang Makan Bahu Jalan Dilakukan Mandiri
Tazkia Royyan HikmatiarKamis, 25 Mei 2023 | 22.23 WIB
Pembongkaran ruko yang memakan bahu jalan dan membangunnya di atas saluran air di Pluit mulai dilakukan oleh Pemerintah Kota Jakarta Utara.

JawaPos.com - Pembongkaran ruko yang memakan bahu jalan di Pluit, Jakarta Utara, terus berlanjut hingga hari ini, Kamis (25/5). Namun begitu, kegiatan pembongkaran hari ini dilakukan secara mandiri oleh masing-masing pemilik ruko hingga tuntas. 

Koordinator lapangan Satpol PP kecamatan Penjaringan Ahmad Yani mengatakan, dalam kegiatan itu, pihaknya tetap datang ke lokasi pembongkaran untuk mengawasi bahwa pembongkaran benar-benar dilakukan.
 
"Agenda kami hari ini kami mengawasi dan memantau atau mengingatkan pemilik usaha agar membongkar mandiri, serapi mungkin," ujarnya kepada wartawan, Kamis (25/5).
 
Baca Juga: Meski Dikabulkan, 4 Hakim MK Tak Setuju Masa Jabatan Pimpinan KPK Jadi 5 Tahun
 
Hingga sejauh ini, Yani mengatakan tak ada kendala berarti soal pembongkaran. Tak ada lagi pergolakan yang terjadi seperti kemarin saat beberapa karyawan melakukan aksi demonstrasi kepada RT 11/05 Riang Prasetya.
 
"Kami tidak merasa ada kendala apa pun. Karena bagaimana pun juga masyarakat kami sudah menyadari bahwa semua akan dikembalikan ke fungsi semula," ungkapnya.
 
"Progresnya positif, progresnya bagus. Karena berangkat kesadaran, berangkat dari kepentingan mereka sendiri, berangkat juga dari aturan yang sudah mereka pahami," pungkas Yani.
 
Sebelumnya, Kepala Satpol PP Jakarta Utara Muhammadong menjelaskan, pihaknya telah selesai melakukan pembongkaran. Selanjutnya, pembongkaran tersebut akan dilanjutkan para pemilik ruko.
 
"Selanjutnya pemilik ruko yang melanjutkan pembongkaran dengan waktu yang tidak terlalu lama. Intinya mengembalikan fungsi ruang sesuai zonasi," ujarnya saat dihubungi wartawan, Rabu (24/5).
 
Namun begitu, Muhammadong mengatakan bahwa pihaknya tetap akan kembali ke ruko-ruko tersebut untuk memastikan pelaksanaan pembongkaran dilakukan secara mandiri.
 
"Saya tetap ke sana untuk monitor perkembangannya," pungkasnya.
 
EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah