JawaPos.com - Persatuan Islam (PERSIS) bakal punya Islamic Center. Peletakan batu pertama bangunan yang berada di Jalan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur itu dilakukan Selasa (21/9). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang ikut dalam acara peletakan batu pertama punya banyak harapan terhadap Islamic Center itu.
Kapolri mengatakan, PERSIS yang berdiri pada 1923 sudah banyak memberikan berkontribusi, termasuk ikut melahirkan bangsa Indonesia. "Terima kasih kepada seluruh pengurus PERSIS yang selama ini banyak berkontribusi dan bekerja dengan kami kepolisian. Khususnya dalam mendukung program pemerintah yang beberapa waktu lalu yang kami lakukan bersama-sama, yaitu kegiatan vaksinasi," kata Sigit.
Menurut Sigit, Islamic Center diharapkan memberi bermanfaat lebih kepada masyarakat luas. Termasuk soal dakwah Islam yang terus dilakukan oleh PERSIS. Selain itu, dia juga berharap agar Islamic Center nantinya bisa menjadi pusat pengembangan usaha untuk membentuk UMKM-UMKM yang menjadi pusat ekonomi. Tidak hanya bagi PERSIS, tetapi juga masyarakat secara umum.
"Harapan kami ke depan tentunya dari Islamic Center ini bisa melahirkan generasi yang siap menyongsong Indonesia dengan cita-citanya menjadi salah satu negara negara terbesar nomor empat dunia. Perlu dipersiapkan SDM unggul. Kami yakin PERSIS mempersiapkan itu untuk mewujudkan Indonesia jadi negara maju," ucap Sigit.
Selain itu, Sigit juga mengatakan Polri merasa terhormat bisa terus bekerja sama dengan PERSIS. Katanya, banyak tugas-tugas Polri yang nantinya diharapkan bisa bersinergi dengan PERSIS. Terutama, untuk pelaksanaan tugas pokok memelihara kamtibmas dan menjaga keutuhan negara.
Begitu juga dengan penanganan pandemi Covid-19. Saat ini, Sigit menegaskan semua pihak sedang berjuang bersama-sama menghadapi Covid-19. Meskipun saat ini angka harian Covid-19 bisa ditekan, dia berharap agar masyarakat tidak lengah. Nah, PERSIS sebagai salah satu organisasi besar, diharapkan bisa menjadi ujung tombak edukasi.
"Bagi warga yang belum vaksin bisa didorong agar mau divaksin sehingga laju Covid-19 bisa dikendalikan dan pertumbuhan ekonomi tumbuh," kata Sigit.