JawaPos.com - Memperingati Hari Santri Nasional, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood) bersama Sekolah Relawan menyalurkan donasi kepada sekitar 1.000 santri dan pengasuh di 10 pondok pesantren di Jawa Barat dan Banten.
Salah satu penerimanya, Pondok Pesantren Cahaya Qur’an di Kabupaten Bogor yang merupakan tempat belajar sekaligus tinggal bagi anak-anak penyandang disabilitas, khususnya tunanetra, yang sebagian besar berasal dari keluarga prasejahtera.
Kepala Pondok Pesantren Cahaya Qur’an Firman Sukmawirya menyambut baik kepedulian tersebut.
Baca Juga: Konsolidasi DEMA PTKIN III: Wamenag hingga Mahasiswa Serukan Penguatan Gerakan Intelektual
Menurut dia, sebagian besar santri berasal dari keluarga kurang mampu sehingga kebutuhan sehari-hari menjadi tantangan tersendiri.
“Mayoritas santri kami berasal dari keluarga yang kurang mampu. Donasi ini sangat berarti bagi kebutuhan sehari-hari dan memberi semangat bagi anak-anak. Kami berterima kasih atas perhatian dan kebersamaan yang diberikan, dan kami berharap anak-anak terus bersemangat menuntut ilmu,” ujar Firman Sukmawirya.
Bagi santri tunanetra, keterbatasan penglihatan membuat akses pendidikan layak menjadi tantangan khusus, sementara keterbatasan ekonomi keluarga turut menyulitkan pemenuhan kebutuhan dasar.
Baca Juga: BSI Edukasi Masyarakat Surabaya Kelola Keuangan
Berdiri sejak 2013, Pondok Pesantren Cahaya Qur’an kini membina 60 santri berusia 6-20 tahun yang belajar Al-Qur’an dengan metode Braille, selain mengikuti pendidikan umum dan keterampilan.
Donasi diserahkan secara simbolis oleh Dian Astriana, Head of Corporate Communication and External Relations Garudafood, kepada Kepala Pondok Pesantren Cahaya Qur’an, Firman Sukmawirya.
”Hari Santri merupakan momentum untuk mengapresiasi semangat, ketekunan, dan kontribusi para santri dalam membangun bangsa, termasuk santri istimewa, teman-teman difabel yang terus belajar dan berkarya,” papar Dian Astriana.
”Melalui aksi langsung ini, kami ingin menghadirkan lingkungan yang inklusif, membuka kesempatan yang setara, serta mendorong para santri untuk terus berkembang dan meraih potensi terbaiknya,” ujar Dian Astriana.
Selain penyerahan donasi, kegiatan dilanjutkan dengan aktivitas menanam menggunakan kids garden kit dan melukis bersama para relawan.
Kedua aktivitas ini menjadi media bagi para santri khususnya penyandang disabilitas tunanetra untuk mengekspresikan kreativitas dan seni, sekaligus mengasah indra melalui pengalaman langsung dalam mengenali tekstur, bentuk, dan berbagai elemen di sekitarnya.
Baca Juga: Kemenag dan Waketum PBNU Luncurkan Pesantren Adaptif Mandiri, Santri 5.0, serta Dakwah Digital
Sebanyak 20 relawan Sekolah Relawan mendampingi para santri dalam kegiatan ini. Para santri juga mengikuti sesi pembelajaran bahasa isyarat secara berkelompok.
Kegiatan ini bertujuan mengembangkan kreativitas dan keterampilan sekaligus menanamkan kerja keras dan kemandirian.
Aktivitas menanam juga sejalan dengan upaya mendukung ketahanan pangan pesantren. Lewat kegiatan ini, santri dikenalkan pada gagasan bahwa keberlangsungan pesantren dapat dibangun melalui keterampilan dan usaha mandiri.
Baca Juga: Peringatan Hari Santri, BAZNAS Komitmen Cetak Generasi Qur’ani
Aksi di Pondok Pesantren Cahaya Qur’an menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kelompok rentan tidak berhenti pada pemberian bantuan materi.
Dukungan yang dipadukan dengan edukasi, keterampilan, dan kebersamaan dapat membuka ruang bagi santri penyandang disabilitas untuk berdaya dan mandiri.
”Kami berkomitmen terus memperkuat inisiatif inklusivitas ini dan memastikan setiap langkah pertumbuhan perusahaan berjalan selaras dengan kesejahteraan masyarakat serta upaya peningkatan pendidikan di Indonesia,” ucap Dian Astriana.
Baca Juga: Hari Santri Nasional, BAZNAS Salurkan 2.500 Beasiswa dan Renovasi 700 Pesantren
”Dengan merangkul kelompok rentan, kami berharap para santri dapat terus belajar, berkarya, dan meraih cita-cita mereka,” imbuh dia.