JawaPos.com - Kabar tentang Hari Kiamat yang disebut-sebut akan terjadi pada 1500 Hijriah dan menjadi perbincangan netizen di media sosial setelah diunggah sejumlah pengguna media sosial. Bahkan, sejumlah narasi menyebut usia umas Islam tidak akan sampai 1500 Hijriah.
Narasi tersebut memancing rasa penasaran sekaligus kekhawatiran sebagian masyarakat, terutama umat Islam yang ingin mengetahui apakah kabar itu memiliki dasar yang kuat dalam ajaran agamanya.
Sejumlah unggahan di media sosial kerap mengaitkan pergantian tahun Hijriah dengan tanda-tanda akhir zaman. Ada pula narasi yang menyebut usia dunia dapat diperkirakan berdasarkan hitungan tahun tertentu. Namun, benarkah tahun 1500 Hijriah merupakan batas akhir kehidupan manusia di bumi?
Dalam ajaran Islam, tidak ada dasar yang dapat memastikan bahwa kiamat akan terjadi tepat pada 1500 Hijriah. Karena itu, informasi yang beredar perlu ditelaah secara kritis agar tidak menimbulkan kesimpulan keliru mengenai perkara gaib.
Baca Juga: Ini Pertimbangan Influencer Gabriel Rey dalam Memutuskan Berinvestasi ke Sektor Tertentu
Benarkah Kiamat Terjadi pada 1500 Hijriah?
Kepastian waktu terjadinya kiamat merupakan perkara gaib yang tidak diketahui manusia. Alquran menegaskan bahwa pengetahuan mengenai Hari Kiamat berada di sisi Allah SWT.
Dalam Surah Al-A'raf ayat 187, Allah menjelaskan bahwa pengetahuan tentang waktu terjadinya kiamat hanya berada di sisi-Nya. Bahkan, Nabi Muhammad SAW juga tidak dapat menyebutkan secara pasti kapan peristiwa terbesar perjalanan manusia tersebut akan datang.
Ayat itu menjadi pengingat bahwa manusia tidak memiliki dasar untuk menetapkan tanggal, tahun, maupun periode tertentu sebagai waktu pasti terjadinya kiamat.
Dengan demikian, klaim bahwa kiamat akan terjadi pada 1500 Hijriah tidak bisa langsung dianggap sebagai kebenaran hanya karena disampaikan berulang kali atau menjadi viral di media sosial.
Mengapa Isu 1500 Hijriah Bisa Viral?
Perbincangan mengenai 1500 Hijriah dapat muncul dari penafsiran terhadap sejumlah riwayat, perkiraan tentang usia dunia, hingga perhitungan yang beredar di kalangan masyarakat.
Sebagian narasi di media sosial menghubungkan angka tersebut dengan berbagai pendapat tentang akhir zaman. Masalahnya, perhitungan semacam itu belum tentu memiliki landasan yang kuat dalam Alquran maupun hadis yang sahih.
Konten bertema kiamat juga mudah menarik perhatian karena menyentuh rasa ingin tahu, kecemasan, dan keyakinan keagamaan. Ketika sebuah unggahan menggunakan judul sensasional tanpa menyertakan sumber yang jelas, informasi tersebut berpotensi menyebar lebih cepat daripada penjelasan yang lengkap.
Karena itu, viralnya suatu informasi tidak otomatis membuktikan bahwa isi informasi tersebut benar.
Bagaimana Pandangan Islam tentang Waktu Kiamat?
Alquran memberikan penegasan mengenai keterbatasan pengetahuan manusia tentang waktu kiamat. Selain Surah Al-A'raf ayat 187, hal ini juga disebutkan dalam Surah Luqman ayat 34.
اِنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗ عِلْمُ السَّاعَةِ ۚ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْاَرْحَامِ ۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌۢ بِاَيِّ اَرْضٍ تَمُوْتُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌࣖ ٣٤
Artinya: Sesungguhnya Allah memiliki pengetahuan tentang hari Kiamat, menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dia kerjakan besok. (Begitu pula,) tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti
Dalam ayat tersebut, pengetahuan mengenai Hari Kiamat disebut sebagai bagian dari perkara yang hanya diketahui Allah SWT. Pesan ini menegaskan bahwa manusia tidak seharusnya menetapkan waktu kiamat berdasarkan dugaan atau perhitungan yang tidak memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.
Islam memang mengajarkan adanya tanda-tanda kiamat, baik tanda-tanda kecil maupun besar, sebagaimana dibahas dalam berbagai ayat dan hadis. Namun, pembahasan mengenai tanda-tanda tersebut berbeda dengan penetapan tahun pasti terjadinya kiamat.
Artinya, mengetahui atau mempelajari tanda-tanda akhir zaman tidak memberikan kewenangan kepada manusia untuk memastikan kapan Hari Kiamat akan tiba.
Apa yang Sebaiknya Dilakukan Umat Islam?
Di tengah maraknya informasi mengenai kiamat di media sosial, masyarakat sebaiknya memeriksa sumber informasi sebelum mempercayai atau membagikannya.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, mulai dari memastikan apakah unggahan mencantumkan ayat Alquran atau hadis secara utuh, memeriksa konteks kutipan, hingga melihat penjelasan ulama atau lembaga keagamaan yang kompeten.
Jika sebuah konten mengklaim bahwa Hari Kiamat akan terjadi pada tahun tertentu, penting untuk memeriksa apakah klaim tersebut benar-benar bersumber dari dalil yang sahih atau hanya berupa penafsiran dan perkiraan.
Lebih dari sekadar memperdebatkan angka tahun, ajaran Islam mengingatkan umatnya untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat melalui keimanan, ibadah, dan perbuatan baik.
Baca Juga: Influencer Yuli Yanti Hutagaol Perjuangkan Keadilan untuk Janti, Tanah dan Rumahnya Disita
Kabar Hari Kiamat pada 1500 Hijriah perlu disikapi dengan tenang dan tidak ditelan mentah-mentah. Tidak ada dasar yang memastikan Kiamat terjadi tepat pada tahun tersebut.
Waktu terjadinya kiamat tetap menjadi rahasia Allah SWT, sehingga umat Islam dianjurkan untuk tidak mudah terpengaruh oleh klaim yang belum jelas kebenarannya.