JawaPos.com - Bacaan ayat Alquran yang disampaikan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid dipersoalkan oleh santri cilik di media sosial. Santri cilik itu mengingatkan Nusron Wahid agar tidak mengacak-acak ayat Alquran dan tidak asal memaknai sesuai keinginan.
Koreksi tersebut disampaikan saat menanggapi penjelasan Nusron mengenai Surah Quraisy yang dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan ketahanan pangan.
Ada tiga bagian bacaan dan penjelasan Nusron yang menjadi perhatian santri cilik tersebut.
Pertama, Nusron membaca potongan ayat dengan lafaz, "Li ilafi li quraisyin".
Baca Juga: Kepala BGN Bantah Belanja LED Rp 535 Miliar, Sebut Anggarannya Tidak Ada
Santri cilik kemudian memberikan koreksi bahwa bacaan yang semestinya adalah "Li iilafi quraisyi".
"Seharusnya, Li iilafi quraisyi," ucap santri cilik dalam video yang beredar di media sosial, dikutip Jumat (4/9).
Koreksi kedua berkaitan dengan potongan ayat berikutnya. Nusron membaca, "Fal ya'budu rabba hadzal baitil ladzina... alladzina at'amahum min ju’".
Menurut santri cilik, bagian tersebut seharusnya dibaca "Alladzi at'amahum min ju’".
Persoalan berikutnya ketika Nusron menjelaskan makna ayat tersebut dan menghubungkannya dengan program pemerintah.
"Setelah fal ya'budu rabba hadzal baiti, alladzina at'amahum min ju', yang kemudian orang itu yang ngasih makan kepada orang-orang sehingga terbebas dari rasa kelaparan. Itu kan alladzi at'ama min ju'" ucap Nusron.
Nusron kemudian mengaitkan penjelasan tersebut dengan program MBG dan ketahanan pangan.
"Kan berarti MBG, sama ketahanan pangan. Jangan sampai ada orang kelaparan. Yang kedua jangan sampai ada pasokan makanan nanti makanan itu hilang. Ya kan MBG itu sama ketahanan pangan, sudah matching programnya Pak Prabowo," beber Nusron.
Baca Juga: Divonis 2,5 Tahun Penjara dan Denda Rp 500 Juta, Eks Pejabat Kemhan Ajukan Banding
Penjelasan tersebut kembali diluruskan oleh santri cilik. Ia menegaskan bahwa frasa alladzi at'amahum dalam ayat tersebut memiliki kedudukan sebagai sifat yang menerangkan kalimat sebelumnya, bukan merujuk kepada seseorang yang memberikan program bantuan makanan.
"Alladzi at'amahum", ini adalah susunan kalimat yang statusnya menjadi sifat untuk kalimat sebelumnya, yakni Tuhan yang disembah, yang sifatnya memberi makan dari kelaparan. Bukan orang yang ngasih MBG ya, Pak Menteri," ujar santri cilik tersebut.
Isi lengkap surah Al-Quraisy beserta artinya:
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ ١
Li'īlāfi quraisy
Artinya: Karena kebiasaan orang-orang Quraisy.
إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ ٢
Īlāfihim riḥlatasy-syitā'i was-shaif
Artinya: (Yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.
فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ ٣
Falya'budū rabba hāżal-bait
Artinya: Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka'bah).
الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ ٤
Allażī aṭ'amahum min jū'in wa āmanahum min khauf
Artinya: Yang telah memberi mereka makanan untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa takut.