← Beranda
Sejumlah Pelajaran Penting  dari Kisah Kelahiran Nabi Muhammad
Abdul RahmanSelasa, 25 Agustus 2026 | 21.32 WIB
Ilustrasi Maulid Nabi Muhammad SAW (Dok. Freepik)

 

JawaPos.com - Kelahiran Nabi Muhammad merupakan salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Islam. Rasulullah lahir di Kota Makkah pada hari Senin, Tahun Gajah, dari pasangan Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah binti Wahb. 

Dalam riwayat yang masyhur, kelahiran beliau disebut terjadi pada 12 Rabiul Awal, meski ada ulama dan ahli sejarah memiliki perbedaan pendapat mengenai tanggal pastinya.

Ada satu hal yang memiliki dasar hadis yang lebih kuat mengenai waktu kelahiran Rasulullah, yakni hari Senin. Ketika ditanya mengenai puasa Senin, Nabi Muhammad menjelaskan bahwa hari tersebut merupakan hari ketika beliau dilahirkan dan ketika wahyu diturunkan kepadanya.

Pembahasan tentang kelahiran Nabi Muhammad tidak hanya berkaitan dengan tanggal kelahiran. Peristiwa tersebut juga tidak dapat dipisahkan dari kondisi Makkah pada masa itu, kisah Tahun Gajah, keluarga Nabi, hingga perjalanan hidup beliau yang sejak awal sudah menghadapi sejumlah ujian yang tidak sepele.

Baca Juga: Benarkah Perayaan Maulid Nabi Termasuk Bid'ah? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya

Nabi Muhammad Lahir pada Tahun Gajah

Dalam literatur sejarah, kelahiran Nabi Muhammad dikaitkan dengan Tahun Gajah atau 'Amul Fil. Tahun tersebut dikenal karena adanya ekspedisi pasukan bergajah yang bergerak menuju Makkah untuk menyerang dan menghancurkan Ka'bah.

Kisah pasukan bergajah juga mendapat tempat khusus dalam Alquran melalui Surah Al-Fil. Allah SWT menyebut tentang pasukan bergajah dan bagaimana rencana mereka digagalkan. Alquran juga menyebut burung-burung yang datang berbondong-bondong dan melempari pasukan tersebut dengan batu dari tanah liat yang dibakar.

Pasukan tersebut dipimpin oleh Abrahah, penguasa Yaman yang ingin menghancurkan Ka'bah. Peristiwa itulah yang kemudian membuat tahun tersebut dikenal sebagai Tahun Gajah, yang terjadi sekitar 570 atau 571 Masehi. 

Apa yang Terjadi Saat Nabi Muhammad Lahir?

Muhammad lahir di Makkah, dari keluarga Bani Hasyim yang merupakan bagian dari suku Quraisy. Ayahnya, Abdullah, meninggal sebelum beliau lahir sehingga Nabi Muhammad tumbuh tanpa sosok ayah sejak awal kehidupannya.

Aminah melahirkan seorang bayi laki-laki yang kelak menjadi Rasul terakhir. Abdul Muthalib, sang kakek, memiliki peran penting dalam kehidupan awal Muhammad kecil.

Muhammad tumbuh di tengah masyarakat Quraisy dan menjalani kehidupan sebagai manusia biasa sebelum menerima wahyu. Kejujuran dan integritasnya membuat masyarakat Makkah memberikan gelar Al-Amin, yang berarti orang yang dapat dipercaya.

Puluhan tahun setelah kelahirannya, tepatnya ketika berusia sekitar 40 tahun, Muhammad menerima wahyu pertama di Gua Hira. Sejak saat itu, perjalanan dakwah Islam dimulai.

Risalah tersebut kemudian berkembang dari Makkah hingga Madinah dan memberikan pengaruh sangat besar terhadap kehidupan keagamaan, sosial, hukum, budaya, serta peradaban dunia.

Pelajaran dari Kelahiran Nabi Muhammad

Kisah kelahiran Rasulullah juga mengandung pelajaran yang relevan hingga sekarang.

Pertama, keadaan seseorang ketika lahir bukan penentu masa depannya. Nabi Muhammad lahir sebagai anak yatim, tetapi kemudian menjadi manusia yang sangat dimuliakan dalam sejarah Islam.

Kedua, perjalanan hidup Rasulullah menunjukkan pentingnya keteguhan menghadapi kehilangan dan ujian. Sejak masa kanak-kanak, beliau telah menghadapi kehilangan ayah, kemudian ibu, dan kakeknya.

Ketiga, kisah Tahun Gajah mengingatkan umat Islam tentang kekuasaan Allah SWT. Surah Al-Fil menggambarkan bagaimana kekuatan besar yang bermaksud menghancurkan Ka'bah akhirnya tidak mampu mencapai tujuannya.

EDITOR: Abdul Rahman