← Beranda
Doa Maulid Nabi Muhammad SAW: Lengkap dengan Arab, Latin, Arti, dan Maknanya
Abdul RahmanSelasa, 25 Agustus 2026 | 17.41 WIB
Ilustrasi Maulid Nabi Muhammad SAW. (Masagipedia.com)

 

JawaPos.com - Doa Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu amalan yang kerap dibaca umat Islam ketika memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Selain menjadi ungkapan kecintaan kepada Rasulullah, doa tersebut juga menjadi sarana untuk memanjatkan pujian kepada Allah SWT, bershalawat, serta memohon keberkahan dan keselamatan.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW umumnya diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti pembacaan shalawat, pengajian, tausiah, pembacaan sejarah kehidupan Rasulullah, hingga doa bersama. Tradisi tersebut menjadi momentum bagi umat Islam untuk kembali mengingat perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menyampaikan risalah Islam.

Lantas, seperti apa doa yang dapat dibaca saat Maulid Nabi Muhammad SAW? Berikut bacaan yang dapat diamalkan lengkap dengan tulisan Arab, latin, arti, serta maknanya.

Doa Maulid Nabi Muhammad SAW

Baca Juga: Maulid Nabi Peringatan Apa? Ini Pengertian, Sejarah dan Maknanya

Salah satu doa yang umum dibaca dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi adalah doa yang berisi permohonan rahmat, keberkahan, ampunan, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Bacaan Arab:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

Latin:

Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammadin wa 'ala ali sayyidina Muhammad, kama shallaita 'ala sayyidina Ibrahim wa 'ala ali sayyidina Ibrahim, wa barik 'ala sayyidina Muhammadin wa 'ala ali sayyidina Muhammad, kama barakta 'ala sayyidina Ibrahim wa 'ala ali sayyidina Ibrahim, innaka hamidum majid.

Artinya:

“Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada junjungan kami Nabi Ibrahim dan keluarga junjungan kami Nabi Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarga junjungan kami Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada junjungan kami Nabi Ibrahim dan keluarga junjungan kami Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”

Doa tersebut pada dasarnya merupakan bentuk shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Umat Islam dianjurkan memperbanyak shalawat sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Rasulullah.

Atau bisa juga membaca doa maulid diba’i. Berikut teksnya:

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ۞ اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلىٰ اٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ أَجْمَعِيْن ۞ جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَاكُمْ مِمَّنْ يَسْتَوْجِبُ شَفَاعَتَهُ ۞ وَيَرْجُوْ بِذٰلِكَ رَحْمَتَهُ وَرَأْفَتَهُ ۞ أَللّٰهُمَّ بِحُرْمَةِ هٰذَا النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ ۞ وَاٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ السَّالِكِيْنَ عَلىٰ مَنْهَجِهِ الْقَوِيْمِ ۞ إِجْعَلْنَا مِنْ خِيَارِ أُمَّتِهٖ ۞ وَاسْتُرْنَا بِذَيْلِ حُرْمَتِهِ ۞ وَاحْشُـرْنَا غَدًا فِيْ زُمْرَتِهِ ۞ وَاسْتَعْمِلْ أَلْسِنَتَنَا فِيْ مَدْحِهٖ وَنُصْـرَتِهِ ۞ وَأَحْيِنَا مُتَمَسِّكِيْنَ بِسُنَّتِهِ وَطَاعَتِهِ ۞ وَأَمِتْنَا عَلىٰ حُبِّهٖ وَجَمَاعَتِهِ ۞ أَللّٰهُمَّ أَدْخِلْنَا مَعَهُ الْجَنَّةَ فَإِنَّهُ أَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُهَا ۞ وَأَنْزِلْنَا مَعَهٗ فِيْ قُصُوْرِهَا ۞ فَإِنَّهُ أَوَّلُ مَنْ يَنْزِلُهَا ۞ وَارْحَمْنَا يَوْمَ يَشْفَعُ لِلْخَلَآئِقِ فَتَرْحَمُهَا ۞ أَللّٰهُمَّ ارْزُقْنَا زِيَارَتَهٗ فِيْ كُلِّ سَنَةٍ ۞ وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنْ الْغَافِلِيْنَ عَنْكَ وَلاَ عَنْهُ قَدْرَ سِنَةٍ ۞ أَللّٰهُمَّ لاَ تَجْعَلْ فِيْ مَجْلِسِنَا هٰذَا أَحَدًا إِلاَّ غَسَلْتَ بِمَاءِ التَّوْبَةِ ذُنُوْبَهُ ۞ وَسَتَرْتَ بِرِدَآءِ الْمَغْفِرَةِ عُيُوْبَهُ ۞ اَللّٰهُمَّ إِنَّهٗ كَانَ مَعَنَا فِي السَّنَةِ الْمَاضِيَةِ ۞ إِخْوَانٌ مَنَعَهُمُ اْلقَضَآءُ عَنِ الْوُصُوْلِ اِلٰى مِثْلِهَا ۞ فَلاَ تَحْرِمْهُمْ مِنْ ثَوَابِ هٰذِهِ السَّاعَةِ وَفَضْلِهَا ۞ اَللّٰهُمَّ ارْحَمْنَا إِذَا صِرْنَا مِنْ أَصْحَابِ الْقُبُوْرِ ۞ وَوَفِّقْنَا لِعَمَلٍ صَالِحٍ يَبْقٰى سَنَاهُ عَلىٰ مَمَرِّ الدُّهُوْرِ ۞ اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا لِاٰلَآئِكَ ذَاكِرِيْنَ ۞ وَلِنَعْمَآئِكَ شَاكِرِيْنَ ۞ وَلِيَوْمِ لِقَآئِكَ مِنَ الذَّاكِرِيْنَ ۞ وَأَحْيِنَا بِطَاعَتِكَ مَشْغُوْلِيْنَ ۞ وَإِذَا تَوَفَّيْتَنَا فَتَوَفَّنَا غَيْرَ مَفْتُوْنِيْنَ ۞ وَلاَ مَخْذُوْلِيْنَ ۞ وَٱخْتِمْ لَنَا مِنْكَ بِخَيْرٍ أَجْمَعِيْنَ ۞ اَللّٰهُمَّ اكْفِنَا شَرَّ الظَّالِمِيْنَ ۞ وَاجْعَلْنَا مِنْ فِتْنَةِ هٰذِهِ الدُّنْيَا سَالِمِيْنَ ۞ اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ هٰذَا الرَّسُوْلَ الْكَرِيْمَ لَنَا شَفِيْعًا ۞ وَارْزُقْنَا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَقَامًا رَفِيْعًا ۞ اَللّٰهُمَّ اسْقِنَا مِنْ حَوْضِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَرْبَةً هَنِيْئَةً لاَ نَظْمَأُ بَعْدَهَا أَبَدًا ۞ وَاحْشُــرْنَا تَحْتَ لِوَآئِهِ غَدًا ۞ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَنَا بِهٖ وَلِاٰبـَآئِنَا وَلِأُمَّهَآتِنَا وَلِمَشَايِخِنَا وَلِمُعَلِّمِيْنَا ۞ وَذَوِي الْحُقُوْقِ عَلَيْنَا وَلِمَنْ أَجْرٰى هٰذَا الْخَيْرَ فِيْ هٰذِهِ السَّاعَةِ ۞ وَلِجَمِيْعِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ۞ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ ۞ اَلْأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ ۞ إِنَّكَ كَرِيْمٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ ۞ وَقَاضِــــيَ الْحَاجَاتِ ۞ وَغَافِرُ الذُّنُوْبِ وَالْخَطِيْئَاتِ ۞ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ ۞ وَصَلَّى اللهُ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىٰ اٰلِهِ وَصَحْبِهٖ وَسَلَّمَ ۞ سُبْحَانَ رَبِّــكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ ۞ وَسَلاَمٌ عَلىٰ الْمُرْسَلِيْنَ ۞ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ۞ اَلْفَاتِحَة

Artinya: 

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah penguasa alam, wahai Allah limpahkan rahmat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, dan kepada keluarga serta sahabatnya semuanya.

Semoga Allah menjadikan kami dan kalian semua, kepada golongan orang yang memperoleh syafaatnya dan mengharapkan rahmat dan kasih sayangnya.

Wahai Allah dengan kehormatan Nabi yang mulia ini dan para keluarga serta para sahabatnya yang menempuh jalan lurus. Jadikanlah kami sebaik-baik umatnya dan tutuplah segala kecacatan kami serta himpunlah kami besok ke dalam golongannya.

Jadikanlah lisan kami untuk memuji dan menolongnya. Hidupilah kami selalu berpegang pada sunahnya dan menaatinya. Dan matikanlah kami dalam keadaan tetap cinta kepadanya dan termasuk golongannya.

Wahai Allah, masukkanlah kami ke surga bersamanya, karena beliaulah orang pertama yang memasukinya.Tempatkanlah kami bersama Nabi SAW di dalam istana surga, karena beliau-Iah orang yang pertama kali menempatinya dan berilah kami rahmat kasih sayang pada hari Nabi mensyafaati para makhIuk, lantas Engkau memberi rahmat kasih sayang kepada mereka.

Wahai AIIah, berilah kami rezeki untuk dapat berziarah kepadanya setiap tahun. Janganlah kami Engkau jadikan goIongan orang yang melupakan Engkau dan melupakan Nabi meskipun hanya sejenak.

Wahai Allah, janganlah Engkau menjadikan seorang pun yang berada di majlis kami ini, melainkan Engkau bersihkan dosa-dosanya dengan air tobat dan Engkau tutupi aibnya dengan selendang pengampunan.

Ya Allah, sesungguhnya ada bersama kami pada tahun yang IaIu yaitu saudara-saudara kami yang telah ditakdirkan ajalnya terlebih dahulu, maka jangan Engkau halangi mereka dari pahala pada saat ini dan keutamaannya.

Wahai Allah, belas kasihilah kami, apabila kami telah menjadi penghuni kubur. Berilah kami taufik untuk beramal saleh yang kekal keluhurannya sepanjang masa.

Wahai Allah, jadikanlah kami kepada golongannya orang-orang yang selalu mengingat nikmat nikmat-Mu dan mensyukurinya serta ingat akan hari menghadap kepada-Mu.

Hidupkanlah kami, selalu tekun menaati perintah-Mu. Dan bila Engkau matikan kami maka matikanlah kami selamat dari fitnah dan kehinaan. Akhirilah kami dengan segala kebaikan diri sisi-Mu.

Wahai Allah, hindarkanlah kami dari kejahatan orang-orang zalim. Jadikanlah kami orang orang yang selamat dari fitnah dunia.

Wahai Allah, jadikanlah Rasul yang mulia ini, memberikan syafaat kepada kami. Berikan kepada kami karena syafaatnya, suatu kedudukan yang tinggi kelak di hari kiamat.

Wahai Allah, berilah kami minuman dari air telaga Nabi Muhammad saw merupakan suatu minuman segar yang menghilangkan rasa haus sesudahnya untuk selama-lamanya. Kumpulkanlah kami kelak di hari kiamat di bawah benderanya.

Ya Allah, karena Nabi Muhammad saw ampunilah kami dan bapak-bapak serta ibu-ibu kami, guru-guru kami dan yang mengajar kami serta orang-orang yang mempunyai hak wajib atas kami serta kepada seluruh orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan dan orang-orang islam laki-laki dan perempuan, baik mereka yang masih hidup dan telah meninggal.

Sesungguhnya Engkaulah Dzat Yang Maha Pengabul semua doa dan Maha Pemberi semua hajat, Pengampun semua dosa dan kesalahan. Wahai Dzat yang paling penyayang dari para penyayang.

Semoga Allah tetap melimpahkan rahmat-Nya kepada junjungan kami Nabi Muhammad saw dan kepada keluarganya serta sahabatnya dan juga limpahan kesejahteraan.

Maha Suci Tuhanmu, Tuhan Yang Maha Agung dari segala yang disifatkan oleh para kafir dan semoga salam tetap dilimpahkan kepada semua Rasul serta segala puji hanya milik Allah, Tuhan sekalian alam.

Makna Doa Maulid Nabi Muhammad SAW

Doa dan shalawat yang dibaca dalam peringatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi rangkaian acara seremonial. Di dalamnya terdapat pesan spiritual yang mengingatkan umat Islam untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Permohonan rahmat dan keberkahan kepada Nabi Muhammad SAW juga menjadi pengingat bahwa kehidupan Rasulullah merupakan teladan bagi umat Islam. Karena itu, momentum Maulid Nabi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah sekaligus meningkatkan keinginan untuk mengikuti ajaran dan akhlaknya.

Selain itu, pembacaan shalawat menjadi bagian penting dalam berbagai majelis keagamaan. Shalawat juga mengandung doa agar umat Islam memperoleh keberkahan serta semakin dekat dengan Allah SWT.

Maulid Nabi Memiliki Makna Penting bagi Umat Islam

Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati untuk mengenang kelahiran Rasulullah. Dalam tradisi masyarakat Muslim Indonesia, peringatan ini biasanya berlangsung dengan suasana religius dan melibatkan masyarakat secara luas.

Kegiatan Maulid Nabi dapat menjadi ruang untuk mempelajari kembali perjalanan hidup Rasulullah, mulai dari perjuangan menyampaikan dakwah, keteguhan menghadapi berbagai tantangan, hingga keteladanan beliau dalam kehidupan bermasyarakat.

Nilai penting lainnya adalah ajakan untuk menerapkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya meneladani kejujuran, kasih sayang, kesabaran, amanah, kepedulian terhadap sesama, kepemimpinan, hingga rendah hati merupakan sejumlah teladan yang relevan untuk terus diamalkan.

Apakah Ada Doa Khusus untuk Maulid Nabi?

Pada dasarnya, tidak ada satu bacaan doa yang secara khusus dan wajib ditetapkan untuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Susunan acara dan bacaan dalam peringatan Maulid dapat berbeda-beda sesuai tradisi serta kebiasaan masyarakat dan lembaga keagamaan.

Karena itu, selain membaca shalawat, umat Islam dapat memanjatkan doa kepada Allah SWT untuk memohon ampunan, keberkahan, keselamatan, kesehatan, kemudahan dalam menjalani kehidupan, serta kebaikan bagi keluarga dan sesama.

Yang terpenting, doa dipanjatkan dengan penuh keikhlasan dan tidak berhenti pada kegiatan memperingati kelahiran Rasulullah saja. Semangat Maulid sebaiknya diteruskan dengan meneladani ajaran dan akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Momentum Memperbanyak Shalawat

Maulid Nabi juga dapat menjadi momentum untuk memperbanyak shalawat. Dalam kehidupan sehari-hari, umat Islam dapat membiasakan diri membaca shalawat setelah melaksanakan ibadah maupun pada waktu-waktu lainnya.

Membaca shalawat bukan hanya berkaitan dengan peringatan Maulid Nabi. Amalan tersebut dapat dilakukan kapan saja sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Baca Juga: Dada Nabi Muhammad Dibelah 4 Kali, Salah Satunya Sebelum Isra Mikraj

Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi momen untuk mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat keimanan, memperbanyak shalawat, memperbaiki akhlak, dan menghidupkan kembali keteladanan Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi umat Islam, inti dari peringatan tersebut bukan semata-mata kemeriahan acara, melainkan bagaimana kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat diwujudkan melalui perilaku yang baik dan kepedulian kepada sesama.

EDITOR: Abdul Rahman