JawaPos.com – Bulan Muharram menjadi bulan yang istimewa bagi umat Islam karena menandai awal tahun baru dalam kalender Hijriah.
Selain memiliki kedudukan sebagai salah satu bulan suci, Muharram juga menyimpan berbagai keutamaan yang berkaitan dengan sejarah para nabi, peningkatan ibadah, serta anjuran memperbanyak amal kebaikan.
Berikut 7 keutamaan bulan Muharram yang menjadi bagian penting dalam peringatan Tahun Baru Islam, seperti dilansir dari laman Islamic Society of North America pada Selasa (16/6).
1. Bulan Muharram Memiliki Banyak Peristiwa Penting dalam Sejarah Para Nabi
Bulan Muharram dikenal sebagai bulan yang memiliki hubungan dengan berbagai peristiwa penting yang dialami para nabi. Sejumlah riwayat menyebutkan bahwa pada bulan ini terjadi berbagai pertolongan Allah SWT kepada para nabi, seperti keselamatan Nabi Musa dari kejaran Fir’aun dan penyelamatan Nabi Nuh dari banjir besar.
Berbagai peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi umat Islam mengenai kekuasaan Allah SWT serta pentingnya keteguhan dalam menjalankan kebenaran.
2. Muharram Termasuk Salah Satu Bulan yang Dimuliakan dalam Islam
Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan dalam ajaran Islam. Keempat bulan tersebut adalah Muharram, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab yang memiliki kedudukan khusus berdasarkan ketetapan Allah SWT.
Pada bulan-bulan tersebut, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan amal kebaikan serta menjauhi berbagai bentuk kemaksiatan dan tindakan yang merugikan.
3. Bulan Muharram Memiliki Hari Asyura yang Penuh Keistimewaan
Salah satu keistimewaan bulan Muharram adalah adanya Hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Hari tersebut memiliki nilai sejarah penting karena berkaitan dengan berbagai peristiwa besar dalam perjalanan umat terdahulu.
Umat Islam dianjurkan melaksanakan puasa Asyura pada tanggal tersebut serta puasa Tasu’a pada tanggal 9 Muharram sebagai bentuk ibadah sunah.
4. Puasa Muharram Menjadi Puasa Sunah Terbaik Setelah Ramadan
Bulan Muharram memiliki keutamaan dalam pelaksanaan ibadah puasa sunah. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa yang dilakukan pada bulan Muharram.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah puasa pada bulan ini, terutama puasa Asyura sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
5. Amal Kebaikan pada Bulan Muharram Mendapat Keutamaan Besar
Bulan Muharram menjadi waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan karena termasuk bulan yang dimuliakan Allah SWT.
Setiap perbuatan baik yang dilakukan umat Islam menjadi bagian dari upaya meningkatkan ketakwaan dan memperbaiki kualitas ibadah.
Momentum Tahun Baru Islam dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kepedulian sosial melalui sedekah, membantu sesama, dan melakukan berbagai kebaikan.
6. Perbuatan Buruk pada Bulan Muharram Perlu Lebih Dihindari
Selain memiliki keutamaan dalam peningkatan pahala, bulan Muharram juga menjadi waktu bagi umat Islam untuk lebih menjaga perilaku.
Para ulama menjelaskan bahwa bulan-bulan haram memiliki kedudukan khusus sehingga umat Islam dianjurkan menjauhi perbuatan dosa dan kemaksiatan. Sikap berhati-hati dalam bertindak menjadi bagian dari upaya menghormati kemuliaan bulan Muharram.
7. Muharram Menjadi Awal Penanggalan Tahun Hijriah Islam
Keutamaan lain dari bulan Muharram adalah kedudukannya sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah. Penetapan Muharram sebagai awal tahun Islam berkaitan dengan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah menuju Madinah yang menjadi tonggak penting sejarah Islam.
Tahun Baru Islam menjadi momentum bagi umat Muslim untuk melakukan evaluasi diri serta menyusun rencana kehidupan yang lebih baik.