← Beranda
6 Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura 2026, Lengkap dengan Jadwal dan Niatnya
Naila Putri Saragih• Selasa, 16 Juni 2026 | 23.21 WIB
Ilustrasi puasa Tasua dan Asyura 2026 (Magnific)

JawaPos.com - Memasuki Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, umat Muslim disunnahkan untuk menjalankan ibadah puasa Tasua dan Asyura. Kedua puasa ini memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam sejarah dan syariat Islam. 

Pada tahun ini, puasa Tasua (9 Muharram) dapat dilaksanakan pada Rabu, 24 Juni 2026, sedangkan puasa Asyura (10 Muharram) jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026. Sebelum mengamalkannya, pastikan kita telah menghafal perbedaan bacaan niatnya. 

Niat puasa Tasua adalah "Nawaitu shauma ghodin min yaumi tasuu'aa-in sunnatan lillahi ta'aalaa", sedangkan niat puasa Asyura adalah "Nawaitu shauma ghodin min yaumi 'asyura-a sunnatan lillaahi ta'aalaa". 

Melansir dari laman BAZNAS dan Muhammadiyah, berikut adalah 6 keutamaan utama dari puasa Tasu'a dan Asyura yang dilaksanakan pada akhir bulan Juni 2026 ini:

Baca Juga: Awal Ramadhan Haid, Masih Bolehkah Niat Puasa Satu Bulan? Berikut Niatnya

1. Menghapus Dosa Setahun yang Lalu

Keutamaan paling utama yang paling diincar oleh umat Muslim saat menunaikan puasa Asyura (10 Muharram) adalah jaminan pengampunan dosa. Berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW menegaskan bahwa puasa pada hari Asyura dapat menghapus dosa-dosa kecil yang dilakukan selama satu tahun penuh yang telah berlalu.

2. Puasa Sunnah Paling Utama Setelah Ramadhan

Bulan Muharram sering disebut sebagai Syahrullah atau bulannya Allah. Oleh karena itu, ibadah di dalamnya memiliki bobot yang tinggi. Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa seutama-utamanya puasa setelah puasa wajib di bulan Ramadhan adalah puasa sunnah di bulan Muharram, termasuk di dalamnya adalah puasa Tasu'a dan Asyura.

3. Sebagai Pembeda dari Tradisi Kaum Yahudi

Asal-usul puasa Tasua (9 Muharram) bermula saat para sahabat memberitahu Rasulullah SAW bahwa tanggal 10 Muharram juga diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani. Untuk membedakan (tasyabbuh) ritual umat Islam dengan agama lain, Rasulullah SAW berniat melaksanakan puasa pada tanggal 9 Muharram di tahun berikutnya, meskipun beliau wafat sebelum sempat melaksanakannya.

4. Wujud Syukur atas Kemenangan Nabi Musa AS

Ketika Nabi Muhammad SAW berhijrah ke Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura (yang bertepatan dengan Hari Suci Yom Kippur). Mereka berpuasa sebagai bentuk syukur atas pertolongan Allah yang telah menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israel, sekaligus menenggelamkan Firaun. Rasulullah SAW kemudian menegaskan bahwa umat Islam lebih berhak dan lebih dekat untuk menghormati Nabi Musa AS daripada mereka.

5. Dilaksanakan di Bulan Haram yang Mulia

Muharram termasuk dalam satu dari empat bulan haram (asyhurul hurum) yang disucikan di dalam Al-Qur'an selain Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Segala amal kebaikan yang dilakukan di bulan suci ini, termasuk menahan lapar dan haus melalui puasa, akan mendapat ganjaran serta nilai pahala yang berlipat ganda di sisi Allah SWT.

6. Momentum Terbaik untuk Melatih Diri dan Bersedekah

Melaksanakan puasa di awal tahun baru Hijriah menjadi momentum yang sangat tepat untuk melakukan introspeksi diri (muhasabah), menahan hawa nafsu, dan melatih kesabaran. Tidak hanya itu, hari Asyura juga dikenal sebagai momentum terbaik untuk bersedekah dan menyantuni anak yatim. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa bersedekah di hari Asyura mendatangkan pahala yang setara dengan bersedekah selama satu tahun penuh.

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh, Lengkap dengan Arab, Latin dan Maknanya

EDITOR: Candra Mega Sari