← Beranda
Niat Shalat Idul Adha Lengkap Arab, Latin, dan Arti untuk Imam, Makmum, serta Munfarid
Naila Putri SaragihRabu, 27 Mei 2026 | 00.03 WIB
Ilustrasi shalat (Freepik)

 JawaPos.com - Hari Raya Idul Adha adalah salah satu momen paling istimewa dalam kalender Islam yang tidak hanya dirayakan dengan penyembelihan hewan kurban, tetapi juga diawali dengan pelaksanaan shalat Ied berjamaah di lapangan atau masjid. 

Sebelum memulai shalat, setiap Muslim wajib memantapkan niat di dalam hati, dan melafalkannya secara lisan hukumnya sunnah untuk membantu menguatkan kekhusyukan ibadah. Niat yang diucapkan pun berbeda tergantung posisi dalam shalat. 

Melansir panduan dari Baznas dan Kementerian Agama, niat merupakan bagian penting dalam shalat Idul Adha dengan bacaan yang berbeda bagi imam, makmum, dan munfarid. Niat dilafalkan bersamaan dengan takbiratul ihram sebagai awal pelaksanaan shalat agar ibadah dilakukan sesuai tuntunan.

Berikut adalah bacaan niat shalat Idul Adha yang perlu kamu hafal sebelum hari H. 

Baca Juga: 5 Batas Lama Penyimpanan Daging Kurban di Kulkas dan Freezer agar Tetap Aman Dikonsumsi

1. Niat Shalat Idul Adha sebagai Imam

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا للهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli sunnatan li'idil adha rak'ataini mustaqbilal qiblati imaman lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya niat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala."

2. Niat Shalat Idul Adha sebagai Makmum

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli sunnatan li'idil adha rak'ataini mustaqbilal qiblati ma'muuman lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya niat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."

3. Niat Shalat Idul Adha sebagai Munfarid (Sendiri)

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ للهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli sunnatan li'idil adha rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya niat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."

4. Waktu Melafalkan Niat 

Niat paling tepat dilafalkan bersamaan dengan takbiratul ihram, yaitu saat imam atau diri sendiri mengucapkan "Allahu Akbar" pertama kali untuk memulai shalat. Melafalkan niat secara lisan hukumnya sunnah namun sangat dianjurkan untuk membantu menguatkan hati dan menghindari keraguan sehingga ibadah bisa dilaksanakan dengan lebih khusyuk dan sempurna.

5. Hukum dan Keutamaan Shalat Idul Adha 

Hukum shalat Idul Adha adalah sunnah muakkadah, artinya sangat dianjurkan untuk dilaksanakan oleh seluruh umat Islam baik laki-laki maupun perempuan. Ibadah ini menjadi momen spiritual yang mengingatkan pada kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan ketaatan Nabi Ismail AS, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah karena dilaksanakan secara berjamaah.

6. Waktu Pelaksanaan Shalat Idul Adha 

Shalat Idul Adha dilaksanakan mulai dari matahari terbit setinggi tombak (sekitar 15–20 menit setelah terbit) hingga sebelum masuk waktu Zuhur. Disunnahkan melaksanakannya lebih awal dibanding shalat Idul Fitri agar memberi kesempatan lebih luas bagi umat Islam untuk melaksanakan ibadah kurban setelah shalat selesai.

7. Jumlah Takbir dalam Shalat Idul Adha 

Shalat Idul Adha memiliki tambahan takbir yang membedakannya dari shalat biasa. Pada rakaat pertama terdapat tujuh kali takbir selain takbiratul ihram, sedangkan pada rakaat kedua terdapat lima kali takbir sebelum membaca Al-Fatihah. Di antara setiap takbir dianjurkan membaca tasbih: Subhanallahi walhamdulillahi walaa ilaaha illallahu wallahu akbar.

8. Tata Cara Pelaksanaan Shalat Idul Adha 

Diawali takbiratul ihram, dilanjutkan membaca doa iftitah, kemudian takbir tujuh kali di rakaat pertama dengan membaca tasbih di antaranya, lalu membaca Al-Fatihah dan surat pendek. Rakaat kedua diawali lima kali takbir sebelum Al-Fatihah. Setelah shalat selesai dilanjutkan dengan dua kali khutbah yang wajib didengarkan oleh jamaah.

Baca Juga: Tradisi Hari Raya Idul Adha di Berbagai Negara yang Menguatkan Nilai Kepedulian dan Ketaatan

EDITOR: Candra Mega Sari