JawaPos.com - Tim dokter yang menangani Paus Leo XIV memastikan pemimpin Gereja Katolik dunia tersebut tidak memerlukan pengobatan atau terapi lanjutan, usai operasi pengangkatan sebagian paru-paru kanannya akibat kanker.
Hasil pemeriksaan jaringan menunjukkan kanker yang diangkat merupakan adenokarsinoma paru dan penyakit tersebut masih terlokalisasi.
Kepastian itu disampaikan tim medis, setelah hasil pemeriksaan histopatologi akhir dan pengujian molekuler terhadap jaringan yang diangkat dalam operasi pada 13 Oktober diterbitkan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dr. Luigi Carbone dan Prof. Stefano Margaritora melalui Kantor Pers Takhta Suci Vatikan.
Baca Juga: Paus Leo Kembali Sapa Umat Usai Operasi Kanker Paru
Hasil evaluasi onkologi lanjutan menyimpulkan bahwa Paus Leo tidak membutuhkan terapi tambahan.
“Laporan akhir histopatologi dan pengujian molekuler terhadap jaringan yang diangkat selama operasi Bapa Suci diterbitkan hari ini. Hasilnya mengonfirmasi bahwa tumor tersebut merupakan adenokarsinoma paru dan penyakitnya masih terlokalisasi. Penilaian onkologi lanjutan mengonfirmasi bahwa tidak diperlukan pengobatan lebih lanjut,” mengutip Vatican News.
Hasil pemeriksaan ini menjadi perkembangan penting dalam pemulihan Paus Leo yang berusia 71 tahun.
Sebelumnya, ia menjalani operasi pengangkatan lobus bawah paru-paru kanan pada 13 Oktober 2026.
Apa Arti Kanker Paru yang Masih Terlokalisasi?
Adenokarsinoma paru merupakan jenis kanker paru yang berkembang dari sel kelenjar, termasuk sel yang menghasilkan lendir. Jenis ini menjadi salah satu bentuk kanker paru yang paling umum.
Baca Juga: Pulih Lebih Cepat, Paus Leo XIV Tinggalkan Rumah Sakit Usai Operasi Tumor Kanker Paru-Paru
Keterangan bahwa penyakit masih terlokalisasi menunjukkan bahwa kanker yang ditemukan terbatas pada area tertentu.
Namun, informasi tersebut tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh karakteristik tumor atau memastikan tidak ada risiko kekambuhan di kemudian hari.
Pemeriksaan histopatologi digunakan untuk menganalisis jaringan yang diangkat, termasuk karakteristik sel tumor.
Sementara itu, pengujian molekuler membantu mengidentifikasi karakteristik biologis tertentu yang dapat berkaitan dengan penilaian penyakit.
Dalam kasus Paus Leo, hasil dari kedua pemeriksaan tersebut menjadi dasar bagi evaluasi onkologi lanjutan yang menyatakan bahwa pengobatan tambahan tidak diperlukan.
Baca Juga: Paus Leo XIV Sudah Bisa Jalan dan Makan Usai Operasi Kanker Paru
Meski demikian, keputusan tidak memberikan terapi lanjutan berbeda dari pernyataan bahwa pasien tidak lagi memerlukan pemantauan medis.
Jadwal kontrol dan pemantauan selanjutnya tidak dijelaskan secara terperinci dalam pernyataan yang dirilis Vatikan.
Sebelumnya, pada hari yang sama dengan pengumuman hasil pemeriksaan, Paus Leo kembali tampil di hadapan umat dalam audiensi umum di Lapangan Santo Petrus, Vatikan.
Ia menyapa para peziarah dari atas mobil kepausan terbuka, melambaikan tangan, tersenyum, dan memberkati bayi yang dibawa umat. Kemunculan tersebut menjadi audiensi umum pertamanya sejak 7 Oktober.
Dalam sambutan pembuka, Paus Leo menyampaikan terima kasih atas dukungan dan doa yang diberikan selama dirinya menjalani perawatan.
Baca Juga: Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru, Dirawat di Rumah Sakit Sekitar Sepekan
“Hal pertama yang ingin saya sampaikan kepada kalian adalah terima kasih atas dukungan dan doa,” katanya.
Ia tidak secara khusus membahas kondisi kesehatannya dalam pidato tersebut. Namun, ia mengajak umat untuk kembali menaruh kepercayaan pada kebaikan dan belas kasih Tuhan.
Sebelumnya, Paus Leo menyatakan akan kembali menjalankan tugas sebagai pemimpin sekitar 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia secara bertahap.
Baca Juga: Dari Luka Tembak hingga Operasi Usus, Ini Riwayat Sakit Serius Para Paus Modern