JawaPos.com - Paus Leo XIV kembali menyapa umat Katolik di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, pada Rabu (21/10) waktu setempat, delapan hari setelah menjalani operasi kanker paru-paru. Dalam audiensi umum pertamanya sejak operasi, pemimpin Gereja Katolik berusia 71 tahun itu tampak melambaikan tangan, tersenyum, dan memberkati bayi dari atas mobil kepausan yang terbuka.
Kemunculan tersebut menjadi tanda bahwa Paus Leo mulai kembali menjalankan tugasnya secara bertahap setelah menjalani operasi pengangkatan lobus bawah paru-paru kanannya pada 13 Oktober 2026. Meski demikian, belum ada kepastian mengenai jadwal kegiatan kepausan berikutnya, termasuk rencana perjalanan ke Amerika Selatan pada November mendatang.
Di hadapan ribuan umat yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus, Paus Leo menyampaikan terima kasih atas dukungan dan doa yang diberikan selama dirinya menjalani perawatan.
Baca Juga: Panggung Sustainable Modest Fashion, Dari Wastra Nusantara Menjadi Nilai Tambah Komersial
"Hal pertama yang ingin saya sampaikan kepada kalian adalah terima kasih atas dukungan dan doa," kata Paus Leo dalam sambutan pembuka audiensi sebagaimana dikutip dari Reuters.
Ia tidak secara khusus membahas kondisi kesehatannya dalam kesempatan tersebut. Namun, ia menyampaikan rasa syukur atas kebaikan Tuhan.
"Syukur kepada Tuhan atas kemurahan hati-Nya," ujar Paus Leo, disambut sorak-sorai umat yang hadir.
"Mari kita memperbarui kepercayaan kita pada kebaikan dan belas kasih Tuhan."
Baca Juga: Menkeu-MenPAN RB Pastikan Gaji PNS Tetap Ditransfer, Bukan Via Kopdes
Paus Leo Mulai Kembali Jalankan Tugas Kepausan
Audiensi umum pada Rabu menjadi kegiatan publik pertama Paus Leo sejak 7 Oktober. Acara berlangsung sekitar 50 menit dengan format yang relatif sama seperti audiensi sebelumnya.
Sejak beberapa jam sebelum acara dimulai pada pukul 09.45 waktu setempat, umat telah berdatangan ke Lapangan Santo Petrus. Mereka tetap bertahan di tengah cuaca mendung dan gerimis sambil menunggu kemunculan Paus Leo.
Dari atas mobil kepausan, Leo menyusuri lapangan untuk menyapa para peziarah. Ia terlihat berdiri di bagian belakang kendaraan, melambaikan tangan, tersenyum, serta sesekali berhenti untuk berbicara dengan umat.
Setelah berkeliling, ia menyampaikan khotbah dalam bahasa Italia. Perubahan kecil terlihat pada sesi salam penutup, ketika Paus Leo menyapa umat menggunakan tujuh bahasa tambahan, dibandingkan sembilan bahasa dalam kesempatan sebelumnya.
Pada Minggu (18/10), Paus Leo telah menyampaikan rencana untuk kembali menjalankan tanggung jawabnya sebagai pemimpin sekitar 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia secara perlahan.
Baca Juga: Gerobak Sampah Warga Karah Surabaya Dicuri, Aksi Terekam CCTV
Kehadirannya di hadapan publik menjadi perkembangan penting setelah diagnosis kanker paru-paru memunculkan pertanyaan mengenai kondisi kesehatan dan keberlanjutan aktivitas kepausannya.
Diberitakan sebelumnya, Paus Leo menjalani operasi pada 13 Oktober untuk mengangkat lobus bawah paru-paru kanannya. Ia diketahui menderita adenokarsinoma paru, jenis kanker yang berasal dari sel kelenjar dan merupakan bentuk kanker paru-paru yang paling umum.
Dokter yang menangani Paus Leo menyatakan operasi tersebut berhasil diselesaikan tanpa komplikasi.
Namun, tim medis belum mengungkapkan ukuran tumor maupun apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya. Kedua informasi tersebut menjadi faktor penting dalam menentukan prognosis atau perkiraan perjalanan penyakit pasien.
Diagnosis tersebut menjadi perhatian karena Leo merupakan paus termuda dalam beberapa dekade terakhir ketika terpilih pada Mei 2025. Kondisi kesehatannya pun menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi pengaturan agenda kepausan dalam beberapa pekan mendatang.
Baca Juga: Danantara Borong Saham-saham BUMN dalam 2 Hari Terakhir
Meski telah kembali tampil di depan umat, kemunculan publik belum dengan sendirinya menunjukkan bahwa ia telah pulih sepenuhnya. Pemulihan setelah operasi dan penanganan kanker tetap menjadi pertimbangan dalam menentukan aktivitas berikutnya.
Selain itu, salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah rencana kunjungan Paus Leo ke Uruguay, Argentina, dan Peru pada 6–17 November 2026.
Perjalanan tersebut direncanakan menjadi salah satu rangkaian kunjungan paling padat bagi seorang pemimpin Gereja Katolik dalam beberapa dekade terakhir. Namun, hingga kini, Vatikan belum memastikan apakah seluruh agenda itu akan berlangsung sesuai rencana.
Dokter bedah utama yang menangani Paus Leo sebelumnya menyatakan bahwa sang paus berpotensi pulih sepenuhnya sebelum jadwal perjalanan tersebut. Di sisi lain, Sekretaris Negara Vatikan mengisyaratkan bahwa Leo mungkin perlu menyesuaikan intensitas kegiatannya demi mendukung pemulihan.
Vatikan juga belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai agenda Paus Leo setelah audiensi pada Rabu.
Karena itu, kembalinya Paus Leo ke Lapangan Santo Petrus menjadi perkembangan positif dalam proses pemulihannya, tetapi belum menjawab seluruh pertanyaan mengenai kondisi kesehatan maupun kelanjutan aktivitasnya.
Untuk sementara, perhatian tertuju pada perkembangan pemulihan sang paus dan keputusan Vatikan mengenai agenda internasional yang telah direncanakan.