← Beranda
Pulih Lebih Cepat, Paus Leo XIV Tinggalkan Rumah Sakit Usai Operasi Tumor Kanker Paru-Paru
Rian Alfianto• Senin, 19 Oktober 2026 | 05.04 WIB
Paus Leo XIV merayakan Misa di Poliklinik Agostino Gemelli di Roma. (Dok AP).

JawaPos.com - Paus Leo XIV diperbolehkan meninggalkan Rumah Sakit Gemelli di Roma, Italia, pada Sabtu (17/10) waktu setempat setelah menjalani operasi pengangkatan tumor kanker paru-paru. Dokter menyatakan pemimpin Gereja Katolik berusia 71 tahun itu cukup sehat untuk melanjutkan pemulihan di luar rumah sakit. Meski hasil pemeriksaan lanjutan masih diperlukan untuk menentukan apakah kanker telah menyebar dan membutuhkan pengobatan tambahan.

Leo meninggalkan rumah sakit pada Sabtu sore tanpa bantuan orang lain. Kehadirannya disambut sorak-sorai para simpatisan yang telah menunggu di lokasi.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan Vatikan, tim dokter yang menangani Leo yaitu Luigi Carbone dan Stefano Margaritora, menyebut kondisi sang imam tertinggi umat Katolik dunia itu memenuhi syarat untuk menjalani pemulihan di luar rumah sakit.

“Dengan mempertimbangkan hasil tes darah, rontgen dada yang dilakukan pagi ini, serta evaluasi kondisi klinis, Bapa Suci dinyatakan layak untuk dipulangkan,” demikian pernyataan tim dokter tersebut. Paus Leo XIV dirawat sejak Selasa setelah menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-paru kanannya untuk mengeluarkan tumor. Pada Rabu, dokter menyatakan proses pemulihannya berjalan normal.

Leo didiagnosis mengidap adenokarsinoma, salah satu jenis kanker paru-paru yang paling umum. Meski telah menjalani operasi, hasil pemeriksaan jaringan dan tes lanjutan masih ditunggu untuk memastikan apakah sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain.

Hasil tersebut akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan apakah Leo membutuhkan perawatan tambahan.

Paus Leo XIV Diperkirakan Pulih dalam 10 Hari

Kepulangan Paus Leo XIV ini lebih cepat dari perkiraan awal Vatikan yang menyebut masa rawat inapnya kemungkinan berlangsung selama satu pekan. Dokter bedah yang menangani sang paus juga memberikan gambaran positif mengenai pemulihan dan rencana perjalanan luar negerinya.

Stefano Margaritora mengatakan tidak ada alasan klinis yang menghalangi Leo untuk melakukan perjalanan ke Amerika Latin sesuai jadwal pada 6–17 November.

 

“Bapa Suci telah mencurahkan hati dan jiwanya untuk pemulihan,” kata Margaritora kepada Vatican News. Ia memperkirakan Leo dapat pulih sepenuhnya dari operasi dalam waktu sekitar 10 hari lagi.

“Mengenai perjalanan panjang yang melibatkan penerbangan dalam waktu sekitar tiga pekan, menurut saya tidak ada alasan klinis yang membuat perjalanan itu tidak dapat dilakukan,” ujarnya.

Meski demikian, kondisi kesehatan Leo tetap perlu dipantau selama masa pemulihan. Kemampuan untuk meninggalkan rumah sakit tidak serta-merta berarti seluruh proses pengobatan kanker telah selesai. Sebelumnya, Vatikan membatalkan agenda kepausan hingga 20 Oktober untuk memberi Leo waktu beristirahat dan memulihkan kondisi tubuhnya.

Tetap Bekerja dari Rumah Sakit, Termasuk Hubungi Vladimir Putin

Selama menjalani perawatan, Leo tetap menjalankan sejumlah tugas kepausan dari rumah sakit. Pada Jumat, ia bahkan melakukan percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dalam pembicaraan tersebut, Leo mendesak Putin menyerukan gencatan senjata di Kota Oleshky, Ukraina, yang berada di bawah pendudukan Rusia.

Sebelum meninggalkan rumah sakit, Leo juga memimpin misa di kamarnya di lantai 10 Rumah Sakit Gemelli, yang terletak di bagian barat laut Roma.

Vatikan menyatakan Leo akan memimpin doa Angelus pada Minggu dari jendela apartemen kepausan. Agenda tersebut menjadi salah satu penampilan publik pertamanya setelah keluar dari rumah sakit.

Pada pekan sebelumnya, Leo mengungkapkan kepada umat yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus bahwa pemeriksaan kesehatan menemukan nodul kecil di paru-parunya.

 

Pengumuman itu terbilang tidak biasa karena kondisi kesehatan paus umumnya tidak selalu disampaikan secara terperinci kepada publik. Pengungkapan tersebut kemudian diikuti dengan kabar bahwa Leo harus menjalani operasi.

Sebagai informasi, Paus Leo XIV menjadi pemimpin Gereja Katolik Roma pertama yang lahir di Amerika Serikat ketika terpilih sebagai paus pada Mei 2025. Sebelum didiagnosis mengidap kanker paru-paru, ia secara umum dinilai memiliki kondisi kesehatan yang baik.

Paus Leo XIV dikenal menyukai olahraga, terutama tenis, dan kerap menghabiskan waktu di kediaman kepausan di Castel Gandolfo, tidak jauh dari Roma.

Rumah Sakit Gemelli sendiri memiliki sejarah panjang dalam menangani para paus. Paus Yohanes Paulus II beberapa kali menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. Karena frekuensi kunjungannya, Vatikan dan pihak rumah sakit bahkan bekerja sama menyediakan ruang perawatan khusus dengan sistem keamanan tinggi bagi paus.

Kepulangan Paus Leo XIV kini membuka jalan bagi pemulihan di luar rumah sakit. Namun, perhatian berikutnya tertuju pada hasil pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui perkembangan kanker yang dideritanya serta memastikan apakah ia dapat kembali menjalankan seluruh agenda kepausan sesuai jadwal.

EDITOR: Diar Candra