JawaPos.com - Pertahanan udara Arab Saudi menghancurkan sebuah drone yang disebut berupaya memasuki wilayah udara kota suci Makkah pada Selasa (15/9) malam. Drone tersebut berhasil dicegat sebelum mencapai wilayah udara kota suci yang menjadi tujuan jutaan umat Islam itu.
Dilansir dari Arab News, Rabu (16/9), drone itu dicegat sekitar pukul 18.50 waktu Saudi di sebelah selatan Makkah. Insiden tersebut menjadi bagian dari rangkaian serangan kelompok Houthi dari Yaman yang dalam beberapa hari terakhir menargetkan sejumlah wilayah di Arab Saudi.
Juru bicara Coalition to Restore Legitimacy in Yemen, Mayor Jenderal Turki Al-Malki, menyebut upaya tersebut sebagai “garis merah”. Ia mengatakan koalisi tidak akan ragu mengambil langkah yang diperlukan untuk mencegah ancaman serupa.
Makkah merupakan kota paling suci dalam Islam dan menjadi pusat ibadah haji, salah satu dari lima rukun Islam. Setiap tahun, jutaan umat Muslim dari berbagai negara datang ke kota tersebut untuk menjalankan ibadah.
Dalam pernyataannya, koalisi Saudi menyebut insiden itu sebagai upaya menargetkan tempat yang memiliki arti sangat penting bagi umat Islam.
Bukan Serangan Pertama di Dekat Makkah
Upaya serangan terhadap wilayah Makkah bukan pertama kali terjadi. Pada 2017, pertahanan udara Saudi juga mencegat rudal balistik yang diluncurkan Houthi dari Yaman dan disebut mengarah ke Makkah.
Menurut komando koalisi Arab saat itu, rudal tersebut berhasil ditembak jatuh di kawasan Al-Wasliya, Provinsi Taif. Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan yang dilaporkan akibat insiden tersebut.
Serangan terbaru terjadi setelah Houthi meningkatkan serangannya terhadap sejumlah wilayah di Arab Saudi.
Pada Senin (14/9), sebanyak 13 warga sipil di Arab Saudi dilaporkan terluka akibat serangan rudal balistik dan drone yang menargetkan wilayah sipil di Khamis Mushait, Abha, dan Taif. Arab News melaporkan serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan pada tujuh rumah dan dua kendaraan.
Dalam serangkaian serangan sebelumnya, lebih dari 70 orang juga dilaporkan terluka di berbagai kota dan wilayah di Arab Saudi, termasuk perempuan dan anak-anak.
Arab Saudi juga sempat menghentikan sementara operasi East-West Pipeline pada Jumat (11/9) setelah sejumlah drone menyerang jalur pipa minyak tersebut di wilayah Riyadh dan Madinah. Serangan itu menyebabkan sejumlah orang terluka dan kerusakan material.
Rangkaian serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan. Pemerintah Arab Saudi menyatakan sejumlah langkah pertahanan diperlukan untuk melindungi wilayah dan fasilitas sipilnya.