JawaPos.com – Negara-negara BRICS secara bulat mengadopsi deklarasi bersama yang menyerukan pengekangan maksimal di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Senin (14/9), Deklarasi ini memperingatkan agar serangan terhadap infrastruktur sipil dan fasilitas nuklir dihentikan serta menegaskan penolakan terhadap pengusiran paksa warga Palestina oleh Israel.
BRICS juga menyerukan penghentian kekerasan di Gaza, dukungan terhadap UNRWA, serta keanggotaan penuh Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dalam deklarasi tersebut, negara-negara BRICS menekankan pentingnya menjaga kelancaran arus perdagangan global, rantai pasokan, dan energi yang terdampak konflik di Timur Tengah dan Ukraina.
Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi turut menyerukan stabilitas dan kebebasan navigasi internasional karena ketegangan kawasan berpotensi mengganggu perdagangan, aliran energi, dan perekonomian global.
BRICS juga menyatakan dukungan terhadap pengembangan saluran pembayaran lintas batas non-Barat, kerja sama kecerdasan buatan, serta penolakan terhadap sanksi dan tarif sepihak.
KTT BRICS berlangsung di New Delhi, India, dengan Perdana Menteri Narendra Modi sebagai tuan rumah dan dihadiri sejumlah pemimpin negara anggota, termasuk Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, serta Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Pertemuan tersebut berlangsung ketika negara-negara anggota menghadapi perbedaan sikap terkait konflik Timur Tengah, perdagangan, tarif, keamanan energi, dan rantai pasokan.
BRICS yang kini beranggotakan 11 negara berupaya memperkuat kerja sama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan tantangan terhadap perdagangan global.