← Beranda
Trump Klaim Perang AS-Iran akan Berakhir Usai Pemilu 3 November
Rian AlfiantoKamis, 10 September 2026 | 19.43 WIB
Donald Trump (The Guardian)

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim perang antara AS dan Iran akan 'berakhir segera', setelah pemilu paruh waktu AS pada 3 November.

Trump menilai Iran sudah tidak mampu bertahan lebih lama dan menyebut Teheran kini berada dalam posisi terdesak.

"Saya kira perang akan segera berakhir setelah pemilu karena mereka tidak bisa bertahan lebih lama lagi," kata Trump kepada wartawan, Rabu, menjelang keberangkatannya ke Dallas, Texas.

Pernyataan tersebut menempatkan 3 November sebagai tanggal penting dalam klaim Trump mengenai akhir konflik AS-Iran.

Baca Juga: Drone Bawah Laut Ditemukan, IRGC: Teknologi AS Tak Bisa Hindari Sistem Pengawasan Iran di Hormuz

Namun, Trump tidak menjelaskan secara rinci mekanisme yang akan membuat perang berakhir setelah pemilu tersebut.

Sebut Iran Berusaha Memengaruhi Pemilu AS

Trump menilai Iran berada dalam kondisi sulit dan berupaya memengaruhi politik dalam negeri AS menjelang pemilu paruh waktu.

Menurutnya, Teheran kini berada dalam posisi "desperate" atau terdesak untuk memengaruhi hasil pemilu.

Meski demikian mengutip Anadolu, Washington belum menunjukkan tanda-tanda akan kembali secara aktif ke meja perundingan dengan Iran.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan dimulainya kembali negosiasi nuklir, Trump mengatakan pemerintahannya tidak sedang mengejar opsi tersebut.

Baca Juga: Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Mentah Dunia Melonjak pada Rabu 9 September 2026

"Kami tidak sedang mencarinya. Ya, negosiasi mungkin saja terjadi, tetapi itu bukan sesuatu yang sedang kami pertimbangkan," ujar Trump.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa kemungkinan diplomasi masih terbuka, tetapi bukan menjadi prioritas utama Washington saat ini.

Trump: Masalah Iran Lebih Luas dari Nuklir

Trump juga menegaskan bahwa persoalan antara AS dan Iran tidak hanya berkaitan dengan program nuklir.

"Ada banyak hal lain di luar masalah nuklir," katanya.

Ia mengatakan bahwa isu nuklir tetap akan menjadi bagian dari pembahasan, tetapi ada persoalan lain yang juga akan berada di atas meja.

Baca Juga: Presiden Iran Tegaskan Lawan Agresor hingga Mereka Menyesal

"Akan ada banyak hal lain yang akan dibahas," lanjutnya.

Pernyataan tersebut memberi gambaran bahwa jika negosiasi kembali dilakukan, Washington kemungkinan akan membawa agenda yang lebih luas daripada sekadar pembatasan atau pengawasan program nuklir Iran.

Klaim Perang Berakhir Bukan Pertama Kali

Klaim terbaru Trump mengenai berakhirnya perang juga perlu dilihat dalam konteks pernyataan-pernyataannya sebelumnya.

Trump sudah beberapa kali memberikan sinyal bahwa konflik AS-Iran akan segera berakhir, tetapi perang masih berlanjut hingga kini.

Menurut penghitungan Axios, hingga 30 Maret 2026 Trump telah 12 kali memberikan sinyal bahwa perang akan segera berakhir.

Baca Juga: Mediator Timur Tengah Persiapkan Kesepakatan Iran-AS

Pernyataan-pernyataan tersebut mencakup klaim bahwa perang pada dasarnya sudah selesai, akan berakhir 'segera', atau bahwa kesepakatan antara kedua pihak sudah semakin dekat.

Dengan rekam jejak tersebut, pernyataan terbaru Trump yang menjadikan 3 November sebagai titik berakhirnya perang kembali memunculkan pertanyaan mengenai seberapa pasti prediksi tersebut.

Di satu sisi, Trump membuka kemungkinan negosiasi dan menyebut perang tidak akan berlangsung selamanya.

Di sisi lain, pemerintahannya masih mempertahankan tekanan ekonomi terhadap Iran dan belum secara aktif mengejar perundingan nuklir.

Karena itu, klaim bahwa perang AS-Iran akan berakhir setelah pemilu belum dapat dipandang sebagai kesepakatan damai yang sudah tercapai.

Baca Juga: Iran Balik Serang Kapal Perang AS, IRGC Beri Peringatan Keras di Selat Hormuz

Pernyataan tersebut masih merupakan prediksi Trump, sementara perkembangan konflik dan keputusan kedua negara dalam beberapa pekan mendatang akan menentukan apakah tenggat 3 November benar-benar menjadi titik balik perang.

 

EDITOR: Bayu Putra