← Beranda
Prancis Bersiap Larang Penggunaan Ponsel di Sekolah Menengah Atas yang Didorong Emmanuel Macron
Risma Azzah FatinRabu, 2 September 2026 | 07.00 WIB
Prancis Bersiap larang penggunaan ponsel di Sekolah menengah atas (The Guardian)

JawaPos.com – Sekolah menengah atas di Prancis bergegas mempersiapkan penerapan larangan penggunaan telepon seluler yang didorong Presiden Emmanuel Macron mulai tahun ajaran baru.

Dilansir dari laman The Guardian pada Senin (31/8), Kebijakan tersebut bertujuan mengurangi waktu yang dihabiskan remaja di depan layar karena pemerintah menilai penggunaan perangkat digital secara berlebihan dapat memengaruhi perkembangan anak.

Sebelumnya, Prancis telah menerapkan larangan penggunaan telepon seluler bagi siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama berusia 11 hingga 15 tahun.

Baca Juga: Mees Hilgers Segera Tinggalkan FC Twente dan Siap Bergabung Bersama SC Heerenveen

Namun, serikat pekerja pendidikan menilai penerapan aturan tersebut tidak dapat dilakukan secara instan karena setiap sekolah harus terlebih dahulu mengubah peraturan internal melalui proses konsultasi dan pemungutan suara.

Tantangan lain muncul karena banyak sekolah telah mengandalkan aplikasi ponsel pintar untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mengakses jadwal pelajaran, informasi ruang kelas, pekerjaan rumah, hingga layanan kantin dan perpustakaan.

Pemerintah dan pihak sekolah juga harus menentukan batas penerapan larangan agar kebijakan tersebut tidak justru mendorong siswa keluar dari lingkungan sekolah untuk menggunakan telepon.

Di sisi lain, Macron tetap berupaya mewujudkan rencana larangan penggunaan media sosial bagi anak-anak berusia di bawah 15 tahun.

Rancangan undang-undang sebelumnya ditolak Dewan Konstitusi Prancis karena dinilai memiliki definisi yang terlalu luas serta berpotensi membatasi kebebasan berekspresi dan menimbulkan persoalan privasi dalam verifikasi usia.

Pemerintah kini tengah menyusun ulang regulasi tersebut, meski para pakar hukum menilai pencarian keseimbangan antara hukum Eropa, konstitusi Prancis, perlindungan anak, dan kebebasan individu akan menjadi tantangan besar.

EDITOR: Hanny Suwindari