← Beranda
Kolombia Tewaskan 20 Pemberontak FARC Lewat Serangan Udara
AntaraSelasa, 1 September 2026 | 20.29 WIB
Ilustrasi perang. (Freepik)

 

JawaPos.com - Pasukan bersenjata Kolombia melancarkan serangan udara terhadap kamp mantan pemberontak Pasukan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) di wilayah administratif (departemen) Guaviare, menewaskan 20 orang, kata Presiden Abelardo de la Espriella, Selasa, dikutip dari ANTARA.

"Tadi malam, di departemen Guaviare, pasukan keamanan kami melancarkan serangan udara terhadap kamp narkoteroris yang dipimpin oleh Ivan Mordisco... Kami mengeliminasi 20 narkoteroris, menahan lima orang, dan membebaskan dua anak di bawah umur yang berada di kamp tersebut," kata de la Espriella dalam sebuah pesan video yang diunggah di media sosial X.

Di antara korban tewas terdapat pemimpin struktur Carolina Ramirez, yang juga dikenal dengan nama samaran Tigre dan Pintado, seorang sosok kepercayaan Mordisco, yang berhasil diidentifikasi melalui sidik jari, ujar sang presiden.

Baca Juga: Film Kolombia-Kanada ‘Where the River Begins’ Siap World Premiere di Toronto Film Festival 

Di antara lima orang yang ditahan adalah pemimpin peringkat keempat dari struktur tersebut, yang dikenal dengan Victor.

Operasi di Guaviare tersebut diberi nama sandi Azarias.

Menurut sang presiden, pasukan Kolombia menyita 26 senapan, empat senapan mesin, tiga pistol, 10 perlengkapan lapangan, dan 13 rompi taktis di kamp tersebut.

Lima tahanan dan dua anak di bawah umur telah dievakuasi dari lokasi kejadian tersebut.

Baca Juga: Korban Tewas Gempa Kolombia Tembus 321 Jiwa

Serangan tersebut memberikan pukulan telak terhadap kemampuan militer, logistik, dan keuangan kelompok itu serta melemahkan kendali atas rute perdagangan narkoba, kata de la Espriella, seraya menambahkan bahwa operasi terhadap kelompok-kelompok bersenjata akan terus berlanjut.

"Kami semakin dekat dengan Mordisco. Kami datang untukmu, Mordisco. Anda tidak dapat meloloskan diri dari tindakan pemerintah dan keteguhan pasukan keamanan kami... Saat Anda paling tidak menyangkanya, sebuah bom akan jatuh menimpa Anda. Jangan salah. Saya akan membuat Anda membayar semua kerusakan yang telah Anda sebabkan di Kolombia," ujar presiden tersebut.

Pemerintahan de la Espriella telah mengakhiri proses perdamaian dengan beberapa kelompok bersenjata yang sebelumnya diprakarsai oleh pendahulunya, Gustavo Petro, sebagai bagian dari pembongkaran kebijakan "perdamaian total".

Pada akhir Agustus, pasukan Kolombia melancarkan serangan udara di Guaviare terhadap kamp-kamp blok Jorge Briceno, sebuah faksi yang terkait dengan Alexander Diaz Mendoza, yang dikenal sebagai Calarca.

EDITOR: Banu Adikara