← Beranda
Iran Andalkan Produksi dalam Negeri untuk Bertahan Menghadapi Sanksi Ekonomi Amerika Serikat
Risma Azzah FatinJumat, 28 Agustus 2026 | 02.03 WIB
Iran Andalkan produksi dalam negeri untuk bertahan hadapi sanksi ekonomi Amerika Serikat (Al-Jazeera)

JawaPos.com – Pemerintah Iran menegaskan akan mengandalkan kapasitas domestik untuk mempertahankan perekonomian di tengah tekanan sanksi ekonomi Amerika Serikat.

Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Kamis (27/8), Menteri Ekonomi Iran Ali Madanizadeh menyatakan pemerintah memiliki pengalaman dan berbagai instrumen untuk menghadapi sanksi, meskipun kondisi ekonomi diperkirakan tetap sulit dalam satu tahun ke depan.

Pemerintah juga mendorong masyarakat untuk meningkatkan produksi dalam negeri sebagai bagian dari strategi mencapai kemandirian ekonomi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Upaya tersebut mencakup peningkatan swasembada pangan dari sekitar 85 persen menjadi 90 persen dalam jangka pendek, meskipun Iran masih bergantung pada impor gandum, jagung, beras, dan minyak nabati.

Gubernur Bank Sentral Iran Abdolnasser Hemmati mengatakan ekspor minyak sebagai sumber utama pendapatan valuta asing hampir sepenuhnya terhenti, sementara inflasi dan penurunan daya beli menjadi persoalan serius.

Nilai mata uang Iran juga mencapai titik terendah sekitar 2,05 juta rial per dolar Amerika Serikat di pasar terbuka, menunjukkan besarnya tekanan ekonomi yang dihadapi pemerintah.

Selain pangan, Iran menyatakan mampu memproduksi sekitar 97 persen kebutuhan obat-obatan secara domestik, tetapi kekurangan hampir 1.000 jenis obat masih dilaporkan terjadi.

Pemerintah juga berupaya memperbaiki infrastruktur energi yang rusak akibat perang, sementara pemadaman listrik, kelangkaan bahan bakar, dan potensi kekurangan gas alam masih membayangi masyarakat.

Dengan berbagai tekanan tersebut, Iran tetap menempatkan kemandirian ekonomi sebagai strategi utama untuk mempertahankan perekonomian sekaligus menghadapi dampak sanksi Amerika Serikat.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho