JawaPos.com – Korea Utara menembakkan sekitar 10 rudal balistik jarak pendek ke arah laut, sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan pengurangan latihan militer gabungan dengan Korea Selatan.
Dilansir dari laman The Guardian pada Senin (24/8), Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan rudal tersebut diluncurkan dari wilayah Pyongyang menuju perairan di sebelah timur Korea Utara.
Peluncuran tersebut terdeteksi oleh Korea Selatan dan Jepang, sementara militer Korea Selatan meningkatkan pengawasan serta berkoordinasi dengan Amerika Serikat dan Jepang untuk memantau perkembangan situasi.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Virgo Besok 26 Agustus 2026: Tanggung Jawab Bertambah, Keuangan Perlu Dijaga
Peluncuran rudal tersebut terjadi setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan mengurangi skala latihan Ulchi Freedom Shield yang berlangsung selama 11 hari.
Trump sebelumnya meminta Pentagon untuk mengurangi latihan tersebut secara signifikan dengan alasan ingin menjaga hubungan baik dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, serta merespons sikap Korea Selatan terkait perang di Iran.
Namun, Kim Yo-jong, saudara perempuan Kim Jong-un, menolak langkah tersebut dan menilai pengurangan latihan tidak mengubah sifat yang dianggap provokatif dan agresif oleh Pyongyang.
Korea Selatan kemudian menggelar rapat darurat Dewan Keamanan Nasional dan mendesak Korea Utara menghentikan peluncuran rudal balistik yang dilarang berdasarkan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa.
Meskipun demikian, Kim Yo-jong menyatakan hubungan pribadi antara Kim Jong-un dan Trump masih sangat baik, yang dinilai dapat menunjukkan bahwa Pyongyang masih membuka peluang diplomasi apabila Washington memberikan konsesi lebih besar.
Trump sendiri mengatakan bahwa dirinya bersedia bertemu kembali dengan Kim Jong-un tahun ini, meskipun hingga kini belum ada kepastian mengenai waktu ataupun agenda pertemuan tersebut.