← Beranda
Tiongkok Tolak Sanksi AS ke Iran, Beijing Lindungi Kepentingan Nasionalnya
Rian AlfiantoSelasa, 25 Agustus 2026 | 06.17 WIB
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian. (China Consulate)

 

JawaPos.com - Tiongkok mengambil sikap menentang sanksi yang akan diterapkan Amerika Serikat terhadap Iran.

Beijing bahkan menegaskan akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan nasionalnya.

Sekaligus memperingatkan AS bahwa sanksi ekonomi dan tekanan terhadap Iran maupun negara yang masih berdagang dengan Teheran, justru berisiko memperburuk ketegangan serta mengganggu stabilitas ekonomi global.

Peringatan itu disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian, di Beijing, Senin (24/8) waktu setempat.

Baca Juga: Balas Tekanan Sanksi AS, Iran Bisa Hentikan Pasokan Minyak Dunia

Pernyataan itu tidak lama setelah pemerintahan Presiden Donald Trump bersiap menerapkan paket sanksi ekonomi baru yang menyasar Iran dan mitra dagangnya.

Lin menilai pendekatan melalui sanksi dan tekanan bukan solusi untuk menyelesaikan perselisihan.

Menurut dia, kebijakan tersebut justru dapat memicu eskalasi yang tidak menguntungkan pihak mana pun.

"Tiongkok menyerukan kepada para pihak untuk bertindak secara rasional dan menahan diri, serta menghindari mengambil tindakan apa pun yang dapat meningkatkan ketegangan atau memberikan pukulan terhadap pertumbuhan ekonomi global dan stabilitas keuangan," kata Lin mengutip Reuters.

Baca Juga: Iran Tantang Sanksi Terbaru AS: “Sudah Pernah Gagal, Kali Ini Juga”

Tiongkok juga meminta pihak-pihak yang terlibat dalam konflik AS-Iran menahan diri dan kembali mengutamakan jalur diplomasi.

Lin tak lupa mendesak pihak yang bertikai untuk "kembali ke jalur yang benar untuk penyelesaian politik melalui dialog dan negosiasi sejak awal."

Pernyataan Beijing muncul di tengah meningkatnya tekanan Washington terhadap Teheran.

AS tidak hanya menargetkan Iran, tetapi juga mengancam negara ketiga yang tetap mempertahankan hubungan perdagangan dengan negara tersebut.

Tiongkok Importir Terbesar Minyak Iran

Bagi Tiongkok, persoalan sanksi terhadap Iran memiliki kepentingan ekonomi yang amat besar.

Baca Juga: Iran Temukan Cadangan Gas Besar di Tengah Perang dan Ancaman Sanksi AS

Tiongkok diketahui merupakan importir terbesar minyak mentah Iran, sehingga sanksi sekunder Amerika Serikat berpotensi langsung memengaruhi hubungan perdagangan kedua negara.

Beijing tidak menyebut secara spesifik bentuk tindakan yang akan diambil jika kepentingannya terdampak.

Namun, Lin menegaskan Tiongkok akan memantau perkembangan sanksi tersebut dan mengambil langkah yang dianggap perlu.

"Tiongkok akan mengawasi perkembangan terkait dengan cermat dan melakukan apa yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan sah kami," tegas Lin.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa persoalan sanksi Iran berpotensi berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Melemah Senin Pagi, Investor Aksi Ambil Untung Jelang Sanksi AS ke Iran

Terutama jika kebijakan Washington menekan perusahaan dan negara yang memiliki hubungan dagang dengan Teheran.

Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent telah memperingatkan negara-negara ketiga agar menghentikan hubungan komersial dengan Iran.

Negara yang tetap membeli minyak Iran disebut dapat menghadapi sanksi sekunder serta hukuman finansial yang berat.

Teheran sendiri telah mengecam kebijakan tersebut. Pemerintah Iran menyebut sanksi Amerika Serikat sebagai teroris ekonomi dan menilai kebijakan itu akan gagal.

Dengan Tiongkok berada di posisi sebagai pembeli utama minyak Iran, ancaman sanksi sekunder AS berpotensi menjadi titik gesekan baru antara Washington dan Beijing.

Baca Juga: Trump Sebut Iran Belum Siap untuk Kesepakatan, AS Siapkan Sanksi Baru

Situasi tersebut juga dapat berdampak lebih luas terhadap pasar energi dan perekonomian global, apabila tekanan terhadap perdagangan minyak Iran mengganggu pasokan atau memicu ketidakpastian di pasar.

 

EDITOR: Bayu Putra