← Beranda
Kereta di Jepang Tabrak 4 Pekerja, Cuma 1 dari 2 Bunyi Peluit Kereta Terdengar Sebelum Tabrakan
Dhimas GinanjarMinggu, 23 Agustus 2026 | 18.56 WIB
Kecelakaan kereta di Stasiun Shin-kanuma, Jalur Tobu Nikko, Kamis (20/8), yang menyebabkan empat pekerja tewas. (NHK)

JawaPos.com - Hanya satu dari dua bunyi klakson yang diwajibkan dalam prosedur keselamatan dipastikan terdengar sebelum kereta menabrak dan menewaskan empat pekerja di Prefektur Tochigi, Jepang.

Tobu Railway Co. mengatakan pada Sabtu (22/8) bahwa pihaknya masih menyelidiki apakah bunyi peringatan pertama benar-benar dibunyikan dalam kecelakaan di Stasiun Shin-kanuma, Jalur Tobu Nikko, Kamis (20/8).

Kereta ekspres yang melaju sekitar 50 kilometer per jam menabrak empat pekerja berusia 50-an dan 60-an yang sedang berada di jalur rel. Keempatnya tewas dalam kecelakaan tersebut.

Polisi menduga kegagalan komunikasi mungkin berkontribusi terhadap kecelakaan. Mereka juga menyelidiki apakah para pekerja telah mendapatkan peringatan yang memadai mengenai kereta yang sedang mendekat.

Tobu Railway mengatakan dua petugas pengawas ditempatkan sekitar 315 meter di kedua sisi lokasi pekerjaan. Satu petugas lainnya berada sekitar 80 meter dari kelompok pekerja.

Dua petugas yang berada lebih jauh bertugas memberi tahu pengawas yang berada lebih dekat dengan lokasi pekerjaan ketika kereta mendekat. Petugas tersebut kemudian bertugas memperingatkan para pekerja agar segera meninggalkan jalur.

Dalam prosedur yang berlaku, masinis diwajibkan membunyikan klakson dua kali.

Bunyi pertama dilakukan setelah masinis menerima sinyal dari petugas pengawas yang berada lebih jauh. Bunyi kedua dilakukan setelah menerima sinyal dari petugas yang berada di dekat lokasi kerja.

Tobu Railway telah memastikan masinis membunyikan klakson setelah menerima sinyal dari petugas yang berada paling dekat dengan lokasi pekerjaan. Namun, perusahaan masih menyelidiki apakah bunyi klakson pertama juga sempat dibunyikan.

Salah satu petugas pengawas di lokasi juga dilaporkan tidak dapat berkomunikasi dengan petugas yang berada di dekat area pekerjaan.

Sebanyak 10 pekerja berada di lokasi ketika kecelakaan terjadi. Mereka berasal dari beberapa perusahaan, termasuk perusahaan kontraktor utama.

Pengawas lokasi dan pemimpin pekerjaan berasal dari satu perusahaan, sementara tiga petugas pengawas disediakan oleh dua perusahaan lain. Pekerja lainnya berasal dari perusahaan ketiga.

Salah satu dari empat korban tewas merupakan pengawas lokasi.

Menurut pihak yang terkait dengan perusahaan subkontraktor yang mengirimkan petugas, dua dari tiga petugas pengawas merupakan pekerja berpengalaman yang telah menangani pekerjaan untuk Tobu selama beberapa tahun.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.45 waktu setempat pada Kamis (20/8).

Polisi Prefektur Tochigi telah membentuk tim investigasi khusus beranggotakan 45 orang untuk menyelidiki kecelakaan tersebut.

Polisi juga mempertimbangkan kemungkinan menerapkan pasal kelalaian profesional yang menyebabkan kematian terhadap pihak yang bertanggung jawab.

Seperti dilansir Kyodo, Minggu (23/8), fokus penyelidikan kini mengarah pada sistem komunikasi dan peringatan antara para petugas sebelum kereta tiba di lokasi pekerjaan.

EDITOR: Dhimas Ginanjar