← Beranda
Donald Trump Bantah Kondisi Kapal Induk USS Abraham Lincoln Memburuk, Wartawan CNN Kena Semprot
Rian AlfiantoRabu, 19 Agustus 2026 | 02.37 WIB
Ilustrasi USS Abraham Lincoln. (Mehr News)

 

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah laporan tentang buruknya kondisi kapal induk USS Abraham Lincoln yang telah lebih dari 250 hari berada di laut tanpa singgah di pelabuhan. Trump menyebut kapal tersebut terawat dengan baik, tetapi klaim itu memicu kemarahan keluarga para awak yang mengaku melihat langsung tekanan fisik dan mental selama misi panjang di tengah perang Iran.

Pernyataan Trump disampaikan di Gedung Putih pada Senin lalu ketika ia menanggapi laporan CNN mengenai kondisi USS Abraham Lincoln. Trump bahkan meminta Kristen Holmes, wartawan CNN, untuk diam dan menyebut pemberitaan tersebut sebagai berita palsu.

Trump mengatakan dirinya mendapat informasi dari seorang pensiunan laksamana yang pernah bertugas di kapal perang Amerika Serikat. Menurut Trump, laksamana tersebut menyampaikan bahwa USS Abraham Lincoln tetap dalam kondisi baik meski telah menjalani penugasan panjang.

"Lincoln telah berada di sana untuk jangka waktu tertentu, periode waktu yang baik, tetapi selama bertahun-tahun, kami telah memilikinya di sana jauh lebih lama," kata Trump.

Trump kemudian menceritakan percakapannya dengan veteran yang disebutnya sebagai seorang laksamana purnawirawan.

"Dia kebetulan seorang laksamana, sudah pensiun. Dia berkata, 'Saya sudah berada di kapal yang berada di luar sana jauh lebih lama dari itu, Pak. Dan saya tahu orang-orang di Lincoln, mereka bilang itu dirawat dengan indah dan dirawat dengan indah.' Dan orang-orang lain keluar dan mereka menemukan bahwa itu benar," ujar Trump.

Trump menyimpulkan laporan mengenai kondisi kapal tersebut sebagai informasi palsu dari CNN.

"Itu adalah berita palsu yang dilaporkan dari CNN," kata Trump dengan nada tinggi.

Namun, Trump tidak menyebutkan identitas laksamana yang menjadi sumber keterangannya. Ia juga tidak menjelaskan siapa 'orang lain' yang menurutnya telah memverifikasi klaim bahwa USS Abraham Lincoln dirawat dengan baik.

USS Abraham Lincoln Pecahkan Rekor Lama di Laut

Perdebatan mengenai kondisi kapal induk bertenaga nuklir tersebut muncul setelah USS Abraham Lincoln menjalani salah satu penugasan laut terpanjang dalam sejarah modern Angkatan Laut AS.

Kapal tersebut meninggalkan pelabuhan di San Diego pada 21 November 2025. Hingga kini, USS Abraham Lincoln telah berada di laut selama lebih dari 250 hari tanpa melakukan kunjungan ke pelabuhan.

Sebagai kapal induk bertenaga nuklir, USS Abraham Lincoln memiliki kemampuan menjalankan operasi dalam waktu panjang tanpa perlu mengisi bahan bakar seperti kapal konvensional. Namun, lamanya penugasan membuat kondisi kehidupan para awak menjadi sorotan.

Laporan Navy Times dan Stars and Stripes turut menggambarkan adanya persoalan selama penugasan. Di antaranya kekurangan sejumlah persediaan, masalah pasokan air, hingga gangguan pada sistem perpipaan kapal termasuk rusaknya sistem sanitasi.

Sejumlah awak juga dilaporkan berupaya melompat dari kapal. Laporan tersebut kemudian mendorong anggota parlemen dari Partai Demokrat meminta penjelasan kepada Pentagon mengenai kondisi personel yang berada di kapal.

Pernyataan Trump dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth yang dianggap mengabaikan keluhan para awak kapal turut memicu kemarahan keluarga personel militer.

Keluarga awak USS Abraham Lincoln mengatakan mereka telah mengikuti perkembangan kondisi fisik dan mental kerabat mereka selama berbulan-bulan. Kekhawatiran meningkat seiring panjangnya masa penugasan kapal di tengah perang Iran.

Salah seorang saudara awak USS Abraham Lincoln yang berbicara secara anonim karena khawatir mendapat tindakan balasan mengaku kecewa dengan sikap pemerintah.

"Saya dibesarkan di Amerika Serikat, di mana Anda harus sangat menghormati militer, karena mereka melakukan pengorbanan tertinggi dan melindungi negara mereka, dan sekarang Anda memiliki panglima tertinggi dan menteri pertahanan yang mengabaikan pengalaman mereka dan menyebut mereka pembohong," katanya.

Persoalan USS Abraham Lincoln kini tidak hanya menyangkut kondisi sebuah kapal perang, tetapi juga bagaimana pemerintah AS merespons keluhan personel yang menjalani penugasan ekstrem dalam waktu panjang.

EDITOR: Estu Suryowati