JawaPos.com - Bisnis kripto yang terkait dengan keluarga Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendapat pijakan baru di sistem keuangan nasional setelah regulator perbankan AS memberikan persetujuan awal bersyarat bagi World Liberty Trust Company untuk memperoleh piagam national trust bank.
Keputusan tersebut menjadi sorotan karena World Liberty Financial, perusahaan yang menaungi usaha itu, masih memiliki keterkaitan finansial dengan keluarga Trump.
Menurut situs perusahaan, entitas yang terafiliasi dengan Trump dan sejumlah anggota keluarganya memiliki sekitar 38 persen kepemilikan. Artinya, perluasan bisnis tersebut berpotensi meningkatkan keuntungan ekonomi keluarga presiden.
Dilansir dari ABC News, Senin (17/8/2026), Kantor Pengawas Mata Uang AS (OCC) memberikan persetujuan bersyarat setelah menilai permohonan World Liberty Trust. Lembaga itu nantinya dapat menerbitkan stablecoin USD1, yang dipatok 1:1 terhadap dolar AS, sekaligus mengelola aset cadangannya. Langkah ini memungkinkan World Liberty Financial mengambil alih penerbitan USD1 yang sebelumnya dilakukan perusahaan kripto BitGo.
Baca Juga: Iran Ejek Trump, Sembunyi di Truk Makanan Saat Kabur dari Rudal
Berbeda dengan Bitcoin yang sangat fluktuatif, stablecoin dirancang mempertahankan nilai lebih stabil sehingga lebih menarik untuk transaksi bernilai besar. Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menyebut aset tersebut dapat "dipasarkan untuk digunakan sebagai alat pembayaran, pengiriman uang, atau penyimpan nilai." Dengan status baru itu, World Liberty dapat melayani klien yang menggunakan USD1 untuk transaksi tanpa bergantung pada perantara sebelumnya.
Perkembangan tersebut sekaligus memperbesar kepentingan finansial keluarga Trump. Dokumen keuangan yang dirilis Trump menunjukkan pendapatan lebih dari USD 1,4 miliar, dengan kurs Rp17.830 per dolar AS setara sekitar Rp24,96 triliun, dari bisnis kripto keluarganya.
Reuters juga melaporkan keluarga Trump memperoleh sekitar USD 50 juta atau Rp891,5 miliar dari USD1 hingga Juni 2026 dan lebih dari USD 1,6 miliar atau Rp28,53 triliun dari World Liberty Financial secara keseluruhan hingga April.
Selain kepentingan domestik, bisnis itu memiliki hubungan dengan investor asing. Pada 2025, perusahaan investasi yang didukung Abu Dhabi, MGX, menggunakan USD1 dalam transaksi senilai USD 2 miliar atau sekitar Rp35,66 triliun di Binance.
"Kami berterima kasih kepada MGX dan Binance atas kepercayaan mereka kepada kami. Saya pikir ini baru permulaan," kata salah satu pendiri World Liberty Financial, Zach Witkoff.
Transaksi tersebut kemudian disorot setelah pemerintahan Trump menyetujui akses Uni Emirat Arab terhadap cip kecerdasan buatan AS, meski sebelumnya terdapat kekhawatiran teknologi itu dapat mengalir ke Tiongkok. Witkoff sendiri merupakan putra Steve Witkoff, utusan khusus Trump untuk Timur Tengah, sehingga hubungan bisnis dan kebijakan pemerintah AS kembali menjadi perhatian.
Kritik terutama datang dari Senator Demokrat Elizabeth Warren, yang sebelumnya mendesak OCC menghentikan proses tersebut.
Setelah persetujuan awal diberikan, Warren menyebut keputusan itu sebagai "tindakan pengambilan keuntungan pribadi paling terang-terangan yang pernah dilihat sistem keuangan kita" dan mengatakan, "Saya memperkenalkan rancangan undang-undang untuk menghentikan bentuk korupsi yang belum pernah terjadi sebelumnya ini."
Gedung Putih membantah tudingan tersebut. Juru bicara Anna Kelly mengatakan Trump "hanya bertindak demi kepentingan terbaik rakyat Amerika" dan menegaskan, "Tidak ada konflik kepentingan."
Menurutnya, aset Trump berada dalam perwalian yang dikelola anak-anaknya. Namun, pengaturan itu tetap dipersoalkan karena blind trust umumnya menggunakan pengelola independen.
Sementara itu, OCC membela proses persetujuan tersebut. "OCC dan staf bertindak secara konsisten dengan kewajiban hukum dan etika mereka sehubungan dengan permohonan tersebut," kata regulator.
Persetujuan itu juga belum final. World Liberty Trust masih harus memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk meningkatkan modal dan memenuhi ketentuan operasional sebelum piagam diberikan sepenuhnya.
Perkembangan ini menempatkan bisnis kripto keluarga Trump semakin dekat dengan sistem keuangan resmi AS. Bagi pendukungnya, status tersebut memperkuat legitimasi USD1.
Namun, bagi para pengkritik, persoalan utamanya adalah potensi benturan antara kewenangan presiden, regulator federal, dan kepentingan finansial keluarga yang bisnisnya memperoleh manfaat dari keputusan tersebut.
Baca Juga: Trump Ancam Serang Oman Jika Ganggu Negosiasi AS-Iran