JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkerdilkan kekhawatiran soal kesehatan mental awak USS Abraham Lincoln yang telah hampir sembilan bulan berada di laut. Trump justru menilai masa penugasan tersebut 'belum cukup lama'.
Pernyataan Trump muncul ketika perhatian terhadap kondisi para pelaut di kapal induk AS itu meningkat. USS Abraham Lincoln diketahui telah menjalani penugasan tanpa henti selama lebih dari 240 hari untuk mendukung operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran.
Trump menolak anggapan bahwa lamanya penugasan menjadi persoalan serius bagi awak kapal, termasuk kekhawatiran yang disebut muncul dari keluarga personel mengenai panjangnya masa penugasan.
Baca Juga: Riwayat Gempa Bumi NTT Sejak 1898 Hingga 2026, Getaran Kuat di Kedalaman Dangkal
Saat ditanya mengenai penugasan panjang USS Abraham Lincoln, Trump mengatakan kapal tersebut akan segera bergerak dan digantikan oleh kapal induk lain.
"Kapal itu sedang bergerak sekarang, atau dalam waktu dekat, dan sedang diganti dengan kapal lain yang sangat mirip," kata Trump.
Alih-alih menyoroti tekanan yang mungkin dialami awak kapal setelah berbulan-bulan berada di laut, Trump justru mengatakan durasi penugasan USS Abraham Lincoln belum terlalu lama.
Ia bahkan menyebut masa lebih dari sembilan bulan di laut sebagai periode yang tidak terlalu lama. Demikian dikutip via AP News.
Pernyataan itu menjadi sorotan karena muncul di tengah kekhawatiran mengenai kesehatan mental awak kapal dan persoalan pasokan selama penugasan panjang.
Diketahui, USS Abraham Lincoln telah mencatat lebih dari 240 hari berada di laut tanpa jeda. Kondisi tersebut membuat masa penugasannya menjadi salah satu periode operasi terus-menerus terpanjang yang dijalani kapal induk tersebut.
Pelaksana tugas Menteri Angkatan Laut AS, Hung Cao sebelumnya juga mengatakan USS Abraham Lincoln akan kembali ke markas segera melalui unggahan di media sosial.
Artinya, meski Trump menganggap masa penugasan tersebut belum terlalu panjang, awak USS Abraham Lincoln tampaknya akan segera mendapatkan pergantian setelah berbulan-bulan menjalankan operasi.
Panjang masa penugasan USS Abraham Lincoln sendiri tidak terlepas dari perang Amerika Serikat terhadap Iran yang berlangsung jauh lebih lama dibandingkan perkiraan awal pemerintahan Trump.
Saat memulai masa jabatan keduanya, Trump berjanji menghindari keterlibatan militer AS yang panjang dan mahal. Setelah perang terhadap Iran dimulai bersama Israel, Trump dan para penasihatnya sempat memperkirakan konflik tersebut hanya berlangsung beberapa pekan.
Namun, perang kini telah berjalan lebih dari lima bulan. Dalam pidatonya di Garden City, New York, Trump mengakui bahwa penggunaan militer AS selama pemerintahannya memang lebih banyak daripada yang dia inginkan.
"Aku sudah menggunakan militer sedikit lebih dari yang aku inginkan," ucap Trump.
Meski begitu, Trump kembali menegaskan bahwa operasi militer AS terhadap Iran berjalan dengan baik.
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menyinggung Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu titik penting dalam konflik Iran sekaligus jalur vital bagi perdagangan energi dunia.
Trump bahkan mengatakan, tampaknya dengan nada bercanda bahwa dia akan segera mendeklarasikan teritori atas Selat Hormuz.
Ancaman dan ketegangan di sekitar Selat Hormuz menjadi perhatian dunia karena gangguan terhadap jalur tersebut dapat memengaruhi pengiriman minyak serta harga energi global.
Trump juga menegaskan tidak akan meminta maaf atas perang maupun dampaknya terhadap harga minyak.
"Aku tidak akan pernah minta maaf. Aku melakukan hal yang benar," tandas Trump.