← Beranda
Taiwan Perketat Keamanan usai Mendeteksi Serangan Siber Berbantuan AI ke Lembaga Pemerintah
Risma Azzah FatinSabtu, 15 Agustus 2026 | 01.24 WIB
Taiwan perkuat keamanan usai mendeteksi serangan siber abnormal berbantuan ai terhadap lembaga pemerintah (The Guardian)

 

 

JawaPos.com – Taiwan menyatakan telah mendeteksi serangan siber tidak biasa yang dibantu kecerdasan buatan (AI) dan menargetkan sejumlah lembaga pemerintah sejak 20 Juli.

Dilansir dari laman The Guardian pada Jum'at (14/8), Kementerian Urusan Digital Taiwan mengatakan serangan tersebut berasal dari luar negeri dan memiliki karakteristik berbeda karena menggabungkan operasi manual dengan penggunaan agen AI.

Institut Keamanan Siber Nasional Taiwan menerbitkan sejumlah peringatan ketika penyelidikan berlangsung untuk mengetahui sumber, metode, serta cakupan dampak serangan tersebut.

Laporan Financial Times yang mengutip perusahaan keamanan AI Dream menyebutkan bahwa para pelaku diduga menggunakan agen AI sumber terbuka untuk membangun perangkat peretasan yang mampu menjalankan operasi secara terkoordinasi.

Menurut laporan tersebut, serangan diduga telah membobol sedikitnya 85 akun pengguna pemerintah dan mengekstrak lebih dari 2.500 catatan personel sebelum menyasar badan keselamatan nuklir Taiwan serta sedikitnya tujuh perusahaan energi.

Pemerintah Taiwan tidak secara langsung menuduh China sebagai pelaku, meskipun laporan sebelumnya menyebut peretas yang diduga memiliki keterkaitan dengan China berada di balik pelanggaran keamanan tersebut.

Taiwan kemudian memperkuat pemantauan sistem dan menetapkan pedoman perlindungan untuk mendeteksi serta memblokir serangan serupa sejak dini.

Peneliti keamanan menilai penggunaan AI dapat mempercepat operasi peretasan, tetapi menegaskan bahwa serangan tersebut belum sepenuhnya otonom karena manusia masih berperan dalam menentukan sasaran, tujuan, dan arahan operasi.

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti