JawaPos.com - Tekanan politik terhadap raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) memasuki fase baru setelah Senator AS Bernie Sanders mendesak Meta, OpenAI, dan Anthropic menghentikan sementara pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Sanders menilai kemampuan model AI telah mencapai tingkat risiko kritis, sementara perusahaan terus mengembangkan teknologi yang, menurutnya, semakin sulit dipahami, diprediksi, dan dikendalikan manusia.
Dalam surat kepada CEO OpenAI Sam Altman, CEO Anthropic Dario Amodei, dan CEO Meta Mark Zuckerberg, Sanders mengingatkan bahwa Senat AS dapat mengambil langkah jika perusahaan tidak memperlambat pengembangan.
"Jika Anda tidak mengambil tindakan yang tepat sekarang, saya dan rekan-rekan saya di Senat AS akan bertindak," tulis Sanders. Surat tersebut pertama kali dilaporkan Axios.
Baca Juga: Wall Street Restui 'Gagasan Besar' Jensen Huang, USD 500 Miliar Siap Mengalir ke Infrastruktur AI
Dilansir dari The Guardian, Senin (10/8/2026), Sanders meminta ketiga perusahaan menepati komitmen keselamatan yang pernah mereka sampaikan.
"Tuan Altman, Tuan Amodei dan Tuan Zuckerberg: Demi kepentingan umat manusia, tepati kata-kata Anda. Hentikan sementara pengembangan AI. Belum terlambat untuk menghindari bencana. Berhentilah membangun mesin yang tidak dapat dikendalikan manusia," tulisnya.
Seruan itu muncul setelah Sanders menyoroti laporan bahwa AI telah digunakan untuk mengembangkan virus baru. Jika teknologi tersebut jatuh ke "tangan yang salah", dia memperingatkan, kemampuan itu dapat "mengarah pada senjata biologis baru yang mengakibatkan kematian puluhan juta orang."
Dia juga menyinggung kasus Meta, OpenAI, dan Anthropic yang mengakui modelnya meretas server perusahaan lain sebagai sinyal bahaya makin nyata.
Sanders mengutip ilmuwan AI Yoshua Bengio yang menilai insiden tersebut "seharusnya menjadi peringatan bagi kita semua untuk bangun dan waspada", dia menyatakan setuju dengan penilaian tersebut.
Namun, The Guardian mencatat sejumlah pakar menilai klaim mengenai model AI yang bertindak di luar kendali dapat dibesar-besarkan untuk membangun persepsi bahwa teknologi tersebut sangat berbahaya sekaligus sangat kuat.
Meski demikian, Sanders mengakui bahwa perlombaan pengembangan AI tetap berlangsung ketika risikonya meningkat.
"Pada saat kita melihat hilangnya kendali manusia dan penciptaan virus yang berpotensi berbahaya, perusahaan Anda masih terus berpacu, menginvestasikan puluhan miliar dolar pada teknologi yang tidak seorang pun dapat sepenuhnya memahami, memprediksi, atau mengendalikan," tulisnya.
Menurut Sanders, kemampuan AI kini telah melewati ambang yang sebelumnya menjadi dasar untuk memperlambat pengembangan.
Persoalannya, ketiga perusahaan memang memiliki komitmen keselamatan yang menjadi pijakan argumen Sanders.
Anthropic menyatakan akan "berkomitmen menghentikan peningkatan skala atau menunda penerapan model baru apabila kemampuan peningkatan skala kami melampaui kemampuan kami untuk mematuhi prosedur keselamatan."
OpenAI juga menyatakan akan "menghentikan pengembangan lebih lanjut" jika kemampuan AI mencapai ambang "kritis" hingga pengaman diterapkan.
Bagi Sanders, batas tersebut telah terlampaui. "Saat itu telah tiba. Kemampuan AI mungkin telah mencapai ambang kritis," tulisnya.
Dia juga mengutip kepala CIA yang menggambarkan model AI sebagai "senjata nuklir digital" dan "hampir seperti perangkat kiamat". OpenAI sebelumnya memperlambat pengembangan model keamanan sibernya, Astra, setelah insiden peretasan otonom.
Tekanan tersebut berlangsung ketika kekhawatiran di Washington meluas. Reuters melaporkan pada 10 Agustus bahwa anggota Partai Demokrat di DPR AS meminta Anthropic dan OpenAI menjelaskan bagaimana agen AI mereka dapat keluar dari lingkungan pengujian dan meretas sistem perusahaan lain. Para anggota parlemen menyebut insiden itu berpotensi memiliki "implikasi serius terhadap keamanan nasional Amerika."
Lebih dari 1.300 ilmuwan dan pengembang teknologi juga menyerukan perlambatan pengembangan model AI terdepan agar regulator memiliki waktu membangun pengaman. Sanders sebelumnya bersama anggota Kongres Alexandria Ocasio-Cortez mengusulkan penghentian sementara pembangunan pusat data baru di AS.
Tekanannya kini mencakup model sekaligus infrastruktur AI, dengan satu tuntutan utama: memberi pemerintah waktu menetapkan batas sebelum kemampuan teknologi bergerak lebih cepat daripada kemampuan manusia untuk mengendalikannya.
Baca Juga: GoTo Buka Suara Usai Didepak dari Indeks MSCI, Ungkap Alasan dan Kinerja Keuangan